Saat ini kita dihujani bermacam – macam brand media sosial yang fungsinya adalah bersosialisasi dengan rekan atau keluarga melalui internet. Setiap Media Sosial memiliki fungsi tersendiri dan kebanyakan juga sama, yaitu untuk menyampaikan apa yang kita pikirkan, apa yang kita hadapi, termasuk dimanakah kita sekarang. Fitur terbaru dari media sosial yang sering kita jumpai adalah menghubungkan persamaan dari apa yang kita sukai ke penjuru dunia, jadi kita bisa berbagi kesamaan  entah itu hobi, atau pekerjaan.

Di sisi lain, media sosial juga memiliki fitur canggih, yaitu menambahkan lokasi dimana kita mengupdate status kita, dan juga bisa merilis foto kita saat itu juga. Fitur ini juga dimanfaatkan untuk memamerkan apa yang mereka lakukan, dimana dan bagaimana keadaannya dengan men – share lokasi, dan event apa yg diikuti. Tetapi, apakah secara nyata kita juga bisa bersentuhan/ bertatap muka dengan teman – teman didunia nyata ?

Yang saya amati dari media sosial adalah ketika mereka (media sosial) membuka kemungkinan terbaru untuk mengorganisir kampanye/ iklan agar tepat sasaran, fenomena ini sering terjadi semisal Facebook, kampanye anti/dukungan (Entah kenal ataupun tidak kenal), Iklan produk dan lain sebagainya didasarkan pada identitas kita sebagai pemilik akun FB, Jika kita menyukai/ hobi memancing, maka iklan yang ditawarkan adalah produk untuk memancing selain itu juga tidak menutup kemungkinan yaitu kampanye pelestarian ikan. Dengan media sosial juga kita bisa mengenal kembali teman – teman kita yang terdahulu, mengetahui bagaimana kehidupan mereka sekarang, serta terhubung jika ada event tertentu.

Yang saya pertanyakan apakah media sosial membuat semua koneksi terjadi secara spontan ? tanpa kejutan sama sekali ? bahkan sedikit mendekati kenyataan? apa kita terlalu sibuk selalu melihat apa yang sekarang terjadi didepan kita (notifikasi) ?

Mengapa Spontan, ya karena kita sudah terlalu banyak tahu dengan semua aktifitas teman kita tanpa diberitahu (di dunia nyata) yang akhirnya tidak ada kejutan sama sekali. Hal ini terjadi ketika si â??Aâ? menikah tanpa pemberitahuan, dan teman â?? teman saya pun mengetahuinya karena si â??Aâ? mengupload foto â?? foto pernikahannya di Facebook, jadi apa yang harus saya katakana ke teman â?? teman kalau si â??Aâ? telah menikah? tentu bukan berita baru yang mengejutkan lagi. Inti dari cerita ini adalah cukup dengan membuka halaman Facebook kita bisa hadir dan ikut menyaksikan si â??Aâ? menikah tanpa harus bertemu secara fisik, Antisosial bukan ?

Secara fisik media sosial tidak memenuhi kriteria untuk bersosialisasi, sehingga bisa dikatakan antisosial secara fisik, karena kita tidak bertemu/ bertatap muka langsung dengan teman/kerabat/keluarga kita. Memulai hari dengan sebuah layar di komputer atau ponsel, mengetik status atau apa yang ingin di share kan sudah menjadi tanda – tanda bahwa kita antisosial.

Bagusnya jika kita keluar dari rutinitas, lepas dari gadget  – gadget kita dan hadir secara fisik untuk bertemu teman/keluarga kita. Kurangi saja waktu kita beraktifitas di media sosial baik melalui web maupun gadget lainnya tetapi tetap bisa melihat informasi yang disampaikan melalui media sosial. Dengan cara ini interaksi antar sesama menjadi lebih berkualitas, perasaan juga lebih terasah(empati), dan hal – hal yang nyata terlihat jelas dimata kita.