Ni Made Gendok dan I Wayan (wowkeren.com)

Tidak ada seorangpun yang menginginkan ketidaksempurnaan fisik, apalagi ditambah dengan ketidakberdayaan untuk mencapai kehidupan yang layak. Kalau kamu seringkali merasa memiliki banyak kekurangan, simaklah kisah keluarga berikut ini.

Terdapat 3 orang kakak beradik yang memiliki kehidupan kurang baik. Bagaimana tidak, masing-masing dari mereka memiliki kekurangan dan hidup di tempat yang jauh dari kata layak.

I Wayan Lebak, seorang pria yang mengalami gangguan jiwa sejak 15 tahun yang lalu tinggal dan dirawat oleh kedua saudaranya yang lain. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kedua saudara I Wayan Lebak ini juga memiliki keterbatasan fisik.

I Wayan Lebak (pekanbaru.rri.co.id)

Ni Made Gendok adalah seorang penyandang tuna wicara (bisu), sedangkan I Ketut Lapar adalah seorang penyandang tuna netra (buta).

Mereka bertiga berasal dari Desa Susut Kaja, Kabupaten Bangli, Bali dan tinggal disebuah gubuk kecil yang memiliki banyak celah dan berdebu.

Ketiganya tidak memiliki pekerjaan tetap, selama ini hidup mereka hanya mengandalkan dari uluran tangan warga sekitar. Namun, meskipun begitu, Ni Made Gendok dan I Ketut Lapar tidak serta merta menerima begitu saja bantuan orang lain yang mengkasihani mereka.

Mereka tidak ingin dinilai seperti pengemis dan dikasihani, mereka tetap ingin melakukan sesuatu sebelum mereka menerima bantuan dari warga sekitar.

Ni Made Gendok (merdeka.com)

Untuk itulah, para tetangga dari ketiga kakak beradik ini mencari cara untuk dapat membantu kehidupan mereka. Kini, para warga seringkali meminta bantuan Ni Made Gendok untuk dipijat, meskipun menurut penuturan salah satu tetangga Gendok, tidak semua orang benar-benar ingin dipijat oleh Gendok.

Dilansir dari merdeka.com, Made Mangku Pastika, Gubernur Bali sempat mengunjungi mereka beberapa waktu yang lalu dan merasa prihatin. Beliau mengatakan bahwa ketiga kakak beradik yang kurang beruntung ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan warga setempat.

(anb)