Wang Yuan bersama teman-temannya (shanghaiist.com)

Akankah kamu berhenti mengejar bahkan mengubur mimpi karena memiliki keterbatasan fisik? Masih adakah semangat dan keberanian dalam jiwamu untuk menggapai itu semua? Jika kamu memiliki pemikiran seperti itu, simaklah kisah mengharukan berikut ini.

Sebuah kisah datang dari negeri Jiran. Dikutip dari shanghaiist.com, seorang gadis bernama Wang Yuan harus berjuang lebih keras dalam hidupnya dibandingkan yang lainnya. Bagaimana tidak, gadis asal Xinye, Nanyang, China ini harus terus menjalani hidupnya tanpa sepasang kaki.

Wang Yuan ketika menuruni tangga (shanghaiist.com)

Wang Yuan sejak kecil mengalami hidup yang sungguh mengharukan, dimana mungkin orang lain selain dirinya tidak akan sanggup menjalani itu semua. Ketika berusia 6 tahun, Wang Yuan harus kehilangan kedua kakinya lantaran diamputasi setelah mengalami kecelakaan mobil.

Hidupnya yang tidak lagi sempurna itu ditambah lagi dengan kesedihan untuk kehilangan sang bunda tercinta. Ibu dari Wang Yuan memilih bunuh diri karena merasa tak sanggup melihat beban anaknya yang sudah berat disaat usianya masih belia.

Beratnya kehidupan yang dialami Wang Yuan, namun ia tetap semangat dan ceria (shanghaiist.com)

Belum selesai sampai disitu, kenyataan pahit lainnya juga harus diterima Wang Yuan ketika ayahnya memilih pergi meninggalkan dirinya dan tak pernah kembali. Sejak saat itu, Wang Yuan dirawat oleh kakek dan neneknya.

Dari kakek dan neneknyalah Wang Yuan mendapatkan berbagai dorongan dan motivasi yang membuat dirinya menjadi mandiri dan kuat. Meskipun tidak memiliki kaki, tetapi Wang Yuan mampu berdiri sendiri tanpa ragu.

Wang Yuan ketika berjalan-jalan menaiki motornya (shanghaiist.com)

Wang Yuan mampi menyelesaikan pekerjaan rumah sendiri. Dalam hal pendidikan, ia juga mampu menyelesaikan sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah menengah atas dengan baik. Wang adalah anak yang cerdas.

Wang Yuan yang cerdas dan memiliki tekad yang kuat, membuat ia diterima di sebuah perguruan tinggi melalui jalur beasiswa. Biaya pendidikan seluruhnya ditanggung oleh universitas. Ia bahkan mendapatkan uang saku bulanan sebesar 400 yuan atau setara 800 ribu rupiah setiap bulan dari universitas di mana ia belajar.

(anb)