Haruskah kembali? (blogspot.com)

Memiliki cinta masa lalu yang pedih dan menyakitkan membuat luka dan bekas yang teramat perih dan dalam. Rasa sakit sangat terasa, hingga terkadang kita tidak menyadarinya bahwa sudah sekian lama kita menahan sakit itu. Sadar atau tidak, sakit yang begitu dalam dirasa adalah karena kita sangat mencintai dan menyayangi si dia. Lantas, ketika cinta masa lalu yang pernah menyakiti itu ingin kembali, haruskah menerimanya? Kalau saat ini kamu sedang berada di posisi ini, JadiBerita punya beberapa uraian dan penjelasan sebelum kamu memutuskan untuk kembali.

1. Sekali kamu menoleh, kenangan itu akan terputar kembali

Tiba-tiba saja dia menghubungimu kembali, atau sekali keadaan yang mempertemukan lagi kamu dan dia. Beri batasan jika dia menghubungimu lagi, jangan terlalu menerimanya. Karena sekali kamu memberikan kesempatan, maka dia akan masuk lebih dalam ke kehidupanmu. Kalau sudah seperti itu, kenangan masa lalu yang sudah kamu kubur lama akan berputar lagi di ingatanmu. Susah payah selama ini kamu menjaga dan mengubur semua kenangan pedih itu. Karena sebenarnya kamu masih menyimpan cinta dan rasa yang sama untuk dia.

2. Siapkah kamu untuk sakit hati lagi?

Kembali ke pelukannya akan membuat kamu merasakan sakit yang sama. Siapkah dan relakah kamu untuk menerima rasa sakit yang sama untuk yang kedua kalinya? Berpikirlah secara dewasa dan pikirkan masa depan. Kamu tidak akan bisa hidup bersama dengan seseorang yang terus memberikan rasa sakit kepadamu.

3. Bahagia, Tidak. Itu Senang sesaat

Mungkin dia memang sosok yang kamu idamkan, romantis, penuh perhatian. Itulah alasan kenapa kamu masih menyimpan rasa dan cinta dengannya. Tetapi dia memang memperlakukan semua orang seperti itu. Ketika menjalin hubungan lagi dengannya kamu memang merasakan kebahagiaan, karena kamu akan diperlakukan seperti putri istana. Tetapi sadarlah, itu hanya kesenangan sesaat.

4. Dia tetap pribadi yang sama

Sekalipun dia menyakinimu bahwa dia akan berubah, tetapi ingat satu hal bahwa dia adalah pribadi yang sama. Meskipun kita tidak boleh menghakimi seseorang atas suatu tuduhan. Tetapi, tidak ada karakter seseorang yang berubah 100 persen. Memaafkan dia mungkin harus, tetapi tidak untuk mengulangi kesalahan yang sama.

5. Ada cinta seungguhnya yang menantimu

Daripada kamu sibuk memikirkan masa lalu yang pernah menyakitimu, dan memikirkan kesempatan untuk dia, lebih baik kamu menutup mata, hati dan telinga untuk dia yang pernah menyakiti. Sambutlah cinta baru yang lebih tulus untukmu.

(anb)