Tahukah Kamu, Siapa Penemu Jam Tangan?


Zaman sekarang ini, semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak sudah memakai jam tangan. Sebagian orang ada yang memakai jam tangan karena memang ingin mengetahui waktu, namun ada juga yang mengenakan jam tangan hanya agar tampil gaya. Namun tahukah kamu, bagaimana jam tangan itu bisa ditemukan?

Dilansir jadiBerita dari berbagai sumber, sebelum jam tangan, ada yang namanya jam saku yang mulai berkembang di abad ke-16. Sayangnya, penemu dari jam saku ini masih misteri hingga kini, namun yang pasti jam saku pertama kali dibuat pada tahun 1574. Jam saku ini ukurannya kecil dan dilengkapi dengan rantai atau tali dan bagian yang menunjukkan waktunya ditutup mirip locket supaya kacanya terlindungi. Biasanya jam ini dirantai ke bagian ban pinggang.

Jam saku (VIVA)
Jam saku (VIVA)

Pada saat itu, jam saku merupakan barang mewah dan sering digadaikan. Jam saku ini memang terlihat keren dan mewah, namun tidak praktis, karena setiap ingin melihat waktu maka harus merogoh saku celana.

Di akhir abad ke-19, keberadaan jam saku mulai tergeser dengan versi awal dari jam tangan yang lebih praktis. Dan ini semua terjadi berkat peperangan yang berkobar saat itu.

Pada tahun 1880, anggota German Imperial Navy telah dilengkapi dengan jam tangan yang bisa diikatkan ke pergelangan tangan mereka. Tahun 1894, waktu tentara Jepang bertempur dalam Perang Sino-Jepang, mereka juga dilengkapi jam tangan. Begitu pula dengan anggota tentara Inggris yang berperang di Perang Boer di Afrika Selatan tahun 1899. Jam tangan yang dipakai para tentara dulunya sempat disebut trench watch dan dipakai bukan untuk menunjukkan waktu, melainkan untuk menyesuaikan manuver-manuver taktik perang.

Jam tangan yang digunakan saat perang (VIVA)
Jam tangan yang digunakan saat perang (VIVA)

Penggunaan jam tangan kemudian menyebar. Uniknya, persebaran penggunaan jam tangan itu dilakukan oleh kaum perempuan. Karena mempercantik penampilan, hampir semua wanita pada saat itu memakai jam tangan, yang terlihat seperti gelang karet yang ditempeli jam. Lalu bagaimana jam tangan ini bisa dipakai juga oleh kaum laki-laki? Ternyata hal ini berasal dari iklan perusahaan jam tangan yang cukup terkenal pada saat itu. Dari iklan tersebut, disebutkan bahwa jam tangan buatan mereka pernah dipakai tentara di pertempuran Omdurman di Sudan dan juga Perang Boer di Afrika Selatan. Ini membuat para cowok juga ikutan pakai jam tangan, sekaligus memberikan pesan kalau kekuatan jam itu lebih penting daripada tampilannya yang cantik.

Dari pertengahan sampai akhir abad ke-19, jam tangan sudah mulai diproduksi oleh mesin. Saat itu juga mulai ada standarisasi untuk zona waktu di Eropa dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, permintaan untuk jam tangan juga bertambah. Orang-orang seakan ingin bisa memiliki dan mengatur â??waktuâ?? dalam bentuk jam tangan.

Penggunaan jam tangan semakin populer dengan adanya Perang Dunia I. Hingga tahun 1940-an, penggunaan jam tangan masih berada di sekitar personel militer. Baru kemudian setelah itu, jam tangan mulai dikembangkan untuk kaum sipil. Misalnya tahun 1957, jam tangan elektrik mulai beken. Lalu pada tahun 1979, diproduksi yang namanya â??The Deliriumâ?? yaitu jam paling tipis di dunia, karena tebalnya cuma 1.98mm. Terus pada tahun 1999, jam tangan diproduksi dari material titanium dan karbon fiber.

Delirium (VIVA)
Delirium (VIVA)

Dan, untuk sekarang ini, seperti yang telah kamu ketahui, jam tangan sudah mengikuti perkembangan teknologi, dengan diciptakannya jam tangan pintar alias smartwatch. Sayangnya, produk ini dinilai gagal karena penggunaannya tidak semudah menggunakan ponsel pintar. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
70
Love
OMG OMG
60
OMG
Yaelah Yaelah
90
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
80
Keren Nih
Ngakak Ngakak
10
Ngakak