Tolak Angin merupakan salah satu obat tradisional yang dekat dengan masyakarat Indonesia. Tentunya merupakan hal yang biasa buat orang Indonesia untuk mengkonsumsi obat tersebut. Akan tetapi, sungguh tak biasa, ketika jamu itu dinikmati oleh orang luar negeri, dan uniknya jamu itu diracik dalam bentuk es krim.

Ternyata, es krim rasa Tolak Angin itu memang benar-benar ada di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta. Dan seseorang Australia bernama Benjamin Dung berkesempatan mencicipi es krim tersebut. Akhirnya, Dung jatuh cinta dengan rasa es krim tersebut, yang kemudian menjadi rasa es krim favoritnya.

Benjamin Dung (Australian Plus)
Benjamin Dung (Australia Plus)

“Buatku, es krim rasa Tolak Angin adalah es krim terenak dalam hidupku,” ujar Benjamin Dung seperti dilansir dari Australia Plus, Selasa (13/10/2015).

Benjamin Dung sendiri sejatinya memiliki orangtua yang berasal dari Indonesia, namun ia lahir dan besar di Australia. Dirinya sesekali pulang ke Indonesia. Pada saat itulah ia berkesempatan menikmati es krim favoritnya. “Baru kali ini aku sedih, karena tidak bisa menikmati es krim itu lagi,” ucapnya.

Namun, sekarang ia tidak perlu sedih lagi. Lantaran sebuah toko es krim yang terkenal ‘nyeleneh’ di Australia, Frugii, membuka gerai es krimnya di jantung kota Canberra, tempat Dung tinggal.

John Marshall, pemilik Frugii memang terkenal dengan peracik es nyeleneh. Ada rasa es krim laksa seafood hingga Gulab Jamun, hidangan pencuci mulut khas Asia Selatan.

“Aku berpikir, kenapa dia tidak bisa membuat es krim rasa tolak angin. Jadi, pekan lalu, aku mendekati Marshall di tokonya bertanya apakah ia bisa membuat es krim favoritku itu,” kata Dung sambil tertawa.

Sungguh tidak disangka, sang pemilik gerai es krim menyutujuinya. Dan ternyata, es krim rasa Tolak Angin itu malah jadi salah satu andalan toko tersebut. Sekarang, Dung tidak perlu jauh-jauh pulang ke Yogyakarta demi bisa mencicipi es krim kesukaannya. (tom)