Mo Suangyi (shanghaiist.com)

Apa yang telah kamu berikan untuk kehidupan dan kebahagiaan orangtuamu? Sejauh mana kamu mampu berjuang untuk mereka? Apa yang akan kamu lakukan jika mereka tengah sakit dan mengalami kesulitan?

Bagi orang dewasa, hidup di dalam kesusahan dan kesulitan mungkin merupakan suatu yang wajar karena dengan usia tersebut kita memang diharuskan berpikir untuk memikirkan kehidupan yang lebih layak. Namun apa jadinya jika yang mengalami kesulitan adalah seorang bocah?

Kisah inspiratif datang dari negeri tirai bambu. Kisah nyata yang mengharukan ini dilakoni oleh seorang bocah bernama Mo Suangyi yang tinggal bersama keluarganya di Jiangxi, China.

Mo Suangyi ketika menjual kardus dan barang bekas yang ia bawa (shanghaiist.com)

Bocah berusia 10 tahun ini sangat mencintai keluarganya dan rela bekerja keras untuk menghidupi mereka, terlebih saat ayahnya didiagnosa menderita enyakit leukimia. Dimana biaya pengobatan sang ayah diperkirakan tidak kurang dari 600 yuan atau setara dengan 12 miliar rupiah.

Dilansir dari shanghaiist.com, keluarga Mo Suangyi merupakan keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga memaksa bocah yang kini duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar untuk rela bekerja keras megumpulkan kardus dan barang-barang bekas yang ia temui di pinggir jalan untuk dijual kembali.

Mo tengah belajar untuk menggapai cita-citanya (shanghaiist.com)

Dari hasil menjual barang-barang dan kardus bekas, Mo mampu mengumpulkan uang sebesar 37 yuan atau setara dengan 720 ribu rupiah. Meskipun begitu, Mo tetap meyakinkan sang ayah untuk tetap bekerja dan memastikan dirinya tidak akan mengalami kesulitan.

Mo juga mengurus rumah (shanghaiist.com)

Selain bekerja keras mencari uang untuk menghidupi keluarganya dan membiayai pengobatan sang ayah, perjuangan Mo juga belum selesai. Ia juga harus membagi tenaga dan waktunya untuk mengurus rumah serta merawat nenek dan adiknya.

Mo Suangyi merawat adiknya (shanghaiist.com)

DI tengah-tengah kelelahan yang Mo hadapi begitu dashyatnya, ia masih tetap semangat dan giat belajar untuk meraih apa yang ia cita-ciatakan.

(anb)