Kamu pasti pernah mendengar kisah Nabi Musa yang mampu membelah Laut Merah dengan tongkatnya. Rupaya, kisah itu menginspirasi lembaga arsitek Belanda, RO&AD untuk membangun sebuah jembatan yang diberi nama Jembatan Musa.

Jembatan Musa (Mirror)
Jembatan Musa (Mirror)

Apa bedanya jembatan ini dengan jembatan pada umumnya? Jembatan ini tidak berada di atas perairan seperti jembatan kebanyakan, namun Jembatan Musa justru berada di perairan. Sesuai namanya, jembatan ini membelah perairan, atau tepatnya sebuah kali di Halsteren, Belanda.

Jembatan Musa (Mirror)
Jembatan Musa (Mirror)

â??Konstruksi jembatan ini seluruhnya terbuat dari kayu tahan air dengan kertas timah. Jembatan itu terbentang seperti selokan yang dibangun untuk terlihat menyatu dengan gambaran lanskapnya,â? ujar juru bicara RO&AD, Ad Kil, seperti dikutip dari Mirror, Selasa (24/11/2015).

Jembatan Musa (Mirror)
Jembatan Musa (Mirror)

Desain asli jembatan ini merupakan jalan rahasia menuju parit pertahanan saat perang di abad ke-17. Jembatan ini juga menghubungkan antara parit pertahanan dengan benteng bernama Benteng Roovere. Benteng Roovere merupakan bagian dari garis pertahanan yang dibuat Belanda pada tahun 1622 untuk melindungi diri dari serangan Prancis dan Spanyol.

Jembatan Musa (Mirror)
Jembatan Musa (Mirror)

Selama bertahun-tahun jembatan ini ditelantarkan hingga hampir hancur. Kemudian pemerintah setempat memperbaikinya lagi dan menjadikannya daya tarik wisata. Saat ini, setelah serangkaian renovasi dilakukan, jembatan itu menjadi lokasi favorit keluarga untuk rekreasi.

Jembatan Musa (Mirror)
Jembatan Musa (Mirror)

Untuk mencegah agar jembatannya tidak dimasuki air, terutama jika sedang hujan, RO&AD melengkapi jembatan itu dengan pompa khusus, sehingga air tidak akan meluap. Jika dilihat dari kejauhan, jembatan tersebut tidak terlihat karena berada di air.

Jembatan Musa (Mirror)
Jembatan Musa (Mirror)

Hal unik lainnya dari Jembatan Musa ini adalah proses pembuatannya yang tidak membutuhkan waktu berhari-hari, karena proses pembuatannya hanya butuh waktu beberapa jam saja. Meski demikan, kualitas dari jembatan ini tak perlu diragukan lagi, karena masih ada hingga kini. (tom)