Nadia (facebok.com)

Usia bukan menjadi penghalang untuk bisa menorehkan prestasi. Usia berapapun, siapapun dan dimanapun bisa menorehkan prestasi kebanggaan untuk dirinya, keluarganya, bahkan untuk bangsa dan negaranya.

Nadia Shafiana Rahma (liputan6.com)

Seperti yang dilakukan oleh seorang gadis cilik asal Desa Ngentak Baru, Bantul, Yogyakarta yang memiliki nama Nadia Shafiana Rahma ini. Meskipun masih belia dan baru duduk di bangku kelas 6 SD, tetapi Nadia mampu menghasilkan prestasi luar biasa melalui tulisan-tulisannya.

Nadia ketika akan berangkat ke Jerman (facebook.com)
Nadia ketika akan berangkat ke FBF 2015 (facebook.com)

Siswi SD Glagah Sari Yogyakarta ini telah melahirkan puluhan karya dibidang tulis menulis, mulai dari cerita pendek hingga novel anak-anak. Hebatnya lagi, Nadia berhasil terpilih untuk menjadi peserta sekaligus pembicara dalam acara Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 di Jerman.

Nadia ketika berada di acara FBF 2015 (Dok. Komite Nasional Indonesia untuk Frankfurt Book Fair 2015)

Pada acara tersebut, Nadia menjadi peserta asal Inonesia yang paling muda. Nadia berkesempatan untuk menceritakan kisah rakyat dari Gunungkidul yang berjudul Asal Mula Nyamuk Mendengung kepada seluruh peserta yang juga penulis dari seluruh belahan dunia.

Nadia bersama buku karyanya (facebook.com)
Nadia bersama buku karyanya (facebook.com)

Nadia belajar untuk menulis sejak berumur 4 tahun. Ketika itu ia hanya sering mengikuti sang kakak ketika sedang belajar, alhasil ia pun bisa menulis.Sejak bisa menulis, Nadia pun bersemangat untuk bisa membuat cerita seperti cerita dongeng yang kerap dibacakan leh orangtuanya.

Nadia memiliki kemauan untuk bisa menciptakan imajinasinya sendiri yang dituangkan ke dalam buku-buku karyanya.

Karya Nadia dipajang di toko buku! (facebook.com)
Karya Nadia dipajang di toko buku! (facebook.com)

Usia 5 tahun Nadia sudah mampu menyelesaikan cerita pendek pertamanya yang berjudul Piala Pertamaku. Ketika diajukan pada sebuah koran dan akhirnya diberikan kesempatan untuk dipublis, membuat semangat Nadia semakin berkembang.

Si Hati Putih, karya Nadia (facebook.com)

Kini, ia sudah menghasilkan 10 buku dan 5 buku di antaranya telah terbit, bahkan salah satu buku Nadia yang berjudul Si Hati Putih turut diterbitkan dalam bahasa Inggris.

(anb)