Ibukota suatu negara seringkali berupa kota dengan populasi yang sangat tinggi dan memiliki banyak sejarah karena fungsi politik dan ekonomi yang terjadi di sana. Beberapa negara memutuskan untuk memindahkan ibukotanya agar bisa lebih mudah dipertahankan saat masa peperangan. Sementara yang lain memindahkan ibukota ke wilayah yang sebelumnya belum terlalu berkembang untuk meningkatkan pembangunan. Berikut adalah 5 negara yang pernah pindahkan ibukotanya, seperti dilansir dari Boombastiscom, Kamis (14/1/2016).

1. Nigeria

Lagos (atas) dan Abuja (Boombastis)
Lagos (atas) dan Abuja (Boombastis)

Abuja yang terletak di wilayah tengah Nigeria dipilih karena dianggap sebagai kota paling netral terhadap banyaknya kelompok etnis dan agama di Nigeria. Kota ini juga bukanlah kota terbesar di Nigeria dan juga bukan merupakan pusat perekonomian. Namun Abuja dipilih untuk membantu mengembangkan kota tersebut.

2. Myanmar

Yangon (atas) dan Naypyidaw (Boombastis)
Yangon (atas) dan Naypyidaw (Boombastis)

Ibukota Myanmar dulunya adalah Rangoon atau Yangon. Namun pada November 2005, ibukota kemudian dipindahkan ke wilayah utara yaitu kota Naypyidaw, sebuah kota yang dibangun sejak tahun 2002 tapi tidak dipublikasikan. Hingga saat ini, dunia belum tahu alasan Myanmar memindahkan ibukota negaranya. Namun ada dugaan bahwa kepindahan ini berdasarkan saran ahli astrologi yang mengatakan Myanmar akan diserang. Meski begitu, Naypyidaw adalah kota yang sangat strategis dan bisa dikatakan lebih mudah dipertahankan ketika terjadi penyerangan oleh bangsa asing.

3. Rusia

Moskow (atas) dan St. Petersburg (Boombastis)
Moskow (atas) dan St. Petersburg (Boombastis)

Sejak abad ke-14 hingga tahun 1712, ibukota Kekaisaran Rusia berada di Moskow. Namun selanjutnya ibukota dipindahkan ke kota St. Petersburg yang didirikan oleh Peter yang Agung pada tahun 1703. Tujuan pemindahan tersebut adalah agar ibukota Rusia lebih dekat dengan wilayah Eropa lainnya. Meski begitu, pada tahun 1918 ibukota kembali dipindahkan ke Moskow dan tetap di sana hingga saat ini.

4. Brasil

Rio de Janeiro (atas) dan Brasilia (Boombastis)
Rio de Janeiro (atas) dan Brasilia (Boombastis)

Ibukota Brasil dipindahkan dari kota Rio de Janeiro yang terlalu padat penduduk ke Brasilia, kota yang sudah dirancang dan dibangun pada tahun 1961. Pemindahan ibukota ini telah dipertimbangkan selama puluhan tahun. Rio de Janeiro dianggap terlalu jauh dari wilayah kota lain di negara yang sangat luas ini. Ketika sudah resmi menjadi ibukota Brasil, kota Brasilia ternyata mampu mengalami perkembangan dengan pesat. Pemindahan ini dianggap sangat sukses oleh banyak negara lain sehingga beberapa negara di dunia bahkan terinspirasi oleh kesuksesan pemindahan ibukota ini.

5. Australia

Canberra (Boombastis)
Canberra (Boombastis)

Pada abad ke-19, Sydney dan Melbourne adalah dua kota terbesar di Australia. Keduanya ingin menjadi ibukota Australia, dan tidak ada yang mau mengalah. Sebagai bentuk kompromi, maka dibangunlah sebuah kota baru sebagai ibukota Australia. Setelah melakukan survei yang mendalam, maka dirancanglah kota Canberra sebagai ibukota Australia. Pada tahun 1927, kota ini resmi menjadi ibukota. Canberra terletak tepat di tengah antara Sydney dan Melbourne. (tom)