Gerbong kereta sudah selayaknya dipenuhi dengan para penumpang. Biasanya pada jam sibuk alias jam kerja, gerbong kereta akan penuh sesak dengan manusia yang saling berhimpitan satu sama lain. Terkadang mereka saling berebut tempat duduk dan juga pegangan agar tidak terjatuh saat kereta sedang berjalan. Di tengah hiruk pikuk tersebut, mencari oksigen untuk bernafas pun akan terasa sangat sulit akibat sesaknya penumpang. Pemandangan seperti itu tentunya sudah sering kamu temui jika kamu sering naik kereta api listrik (commuterline) di ibukota Jakarta.

Hokkaido Railway Co (says.com)
Hokkaido Railway Co (says.com)

Berbeda dengan hiruk pikuk kereta api Jakarta, di Jepang ada sebuah kereta api yang hanya mengangkut satu orang penumpang saja setiap harinya. Kereta api yang melewati stasiun Kami-Shirataki yang ada di bagian utara Jepang ini selama tiga tahun belakangan hanya datang untuk menjemput satu orang penumpang. Kereta api ini datang pagi hari ke stasiun Kami-Shirataki untuk menjemput satu orang penumpangnya dan kembali ke stasiun yang sama pada sore harinya untuk mengantar pulang sang penumpang tersebut.

Dikutip dari telegraph, satu-satunya penumpang tersebut adalah seorang anak perempuan yang masih sekolah. Ia naik kereta dari stasiun Kami-Shirataki pada pukul 07.04 waktu setempat untuk berangkat sekolah dan pulang pada pada pukul 17.08 dengan naik kereta yang sama, masih dengan seorang diri. Anak perempuan tersebut seperti punya layanan kereta api pribadi yang hanya melayani alias mengantar jemput dirinya.

Stasiun Kami-Shirataki (www.dailymail.co.uk)
Stasiun Kami-Shirataki (www.dailymail.co.uk)

Hokkaido Railway Co, merupakan operator layanan kereta yang memiliki satu penumpang tersebut. Tadinya operator tersebut sudah memiliki rencana untuk menutup jalur kereta tersebut karena benar-benar tidak ada penumpang yang naik dan turun di stasiun Kami-Shirataki. Namun, karena mereka menyadari kalau ada anak perempuan yang masih membutuhkan layanan kereta api tersebut, maka mereka tidak jadi menutupnya.

Anak perempuan yang tidak disebutkan namanya ini mampu menggugah operator layanan kereta dengan kegigihannya menuntut ilmu. Meski pergi dan pulang sekolah seorang diri, namun anak perempuan ini tidak pernah membolos. Hanya saja, stasiun ini tidak akan selamanya ada. Stasiun Kami-Shirataki ini hanya akan dibuka sampai si anak perempuan tersebut lulus sekolah di bulan Maret 2016. Rencananya, stasiun ini akan ditutup pada 26 Maret 2016 mendatang. Sang operator mendapatkan banyak pujian karena komitmen setianya kepada pelanggan. Tindakan seperti itu patut diacungi jempol ya JBers! (jow)