Felly dan Mario (Kapanlagi)

Felly yang merupakan mantan personel girlband Cherrybelle tak terasa sudah menjalani hubungan cinta dengan Mario Kacang selama satu tahun. Meski belum terlalu lama berpacaran, baik Felly maupun Mario mengaku saling serius.

Felly dan Mario memiliki keturunan yang berbeda. Gara-gara perbedaan itulah, Mario sempat takut ketika bertemu dengan keluarga besar Felly.

“Enggak tahu ya, awalnya saya takut nggak diterima sama keluarga besar Felly. Felly kan keturunan Tionghoa, sementara saya Batak. Meskipun lewat perbincangan internal, ada koko (kakak) yang kasih nasehat, saya diterima dengan baik sekali. Belum pernah mendapat kebaikan begini,” tukas Mario, seperti dilansir Kapanlagi, Senin (29/2/2016)

Felly dan Mario (Kapanlagi)
Felly dan Mario (Kapanlagi)

Mengaku serius dengan Felly, Mario ternyata belum ingin bertunangan dengan sang kekasih dalam waktu dekat. Adapun alasan Mario menunda tunangan karena dirinya masih bingung dengan tradisi antara dia dan Felly.

“Untuk mengikat kayak pertunangan itu saya pengen lah. Tapi saya belum cari tahu tentang itu yah. Soalnya kita masih bingung dengan tradisi adat masing-masing. Malah ada proses adat Tionghoa kayak Sangjit yang kalau nggak salah harus seminggu atau sebulan untuk diiket dulu apa enggak,” imbuh Mario.

meski-pacaran-mario-felly-chibi-jaga-pr-645848
Felly dan Mario (kapanlagi)

Walau masih jauh dari kata ‘tunangan’, Mario dan Felly punya cara menjaga cinta mereka agar tetap langgeng dan kompak. “Ya mungkin nggak perlu ada pengikat sih. Cuma kita ada janji nggak ada yang boleh ngomong putus. Kita berdua juga suka menumbuhkan kekuatan cinta bareng. Bisa lewat ibadah ke gereja bareng, dengarkan omongan bapak Pendeta juga menguatkan kita berdua sih,” paparnya

Sebelum melangkah ke pelaminan, Felly dan Mario harus terlebih dahulu memantapkan hari dan mental. “Dari kami masing-masing (harus menata hati) sih, kalau gedung gampang dicari. Jadi kita harus saling mengerti satu sama lain,” timpal Felly

“Jadi udah umurnya sih, dan orangtua sudah memberikan persetujuan dan nggak tabrakan sih. Kan kita saling dekatkan diri dengan keluarga. Untungnya dua-duanya jadikan perbedaan yang menguatkan,” urai Mario.

(nha)