Sebentar lagi, tepatnya tanggal 9 Maret, akan ada fenomena alam yang dinantikan oleh orang Indonesia. Fenomena alam itu adalah gerhana matahari total alias GMT.

Ilustrasi Gerhana Matahari Total (INT)

Ada 12 provinsi yang bakal dilintasi GMT di Indonesia. Provinsi-provinsi itu adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Menjadi sorotan dunia, GMT memang menjadi kejadian langka yang hanya terjadi sekali dalam 350 tahun. Tentu saja momen ini tak akan dilewatkan begitu saja, apalagi jika kamu adalah seorang penggemar astronomi. Namun, untuk bisa melihatnya, kamu membutuhkan kacamata khusus, agar bisa melihat GMT itu dengan jelas tanpa merusak mata kamu.

Kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari (Kaskus)
Kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari (Kaskus)

Lalu, bagaimana dengan kamu yang tidak tinggal di-12 provinsi itu? Apakah ada cara yang bisa dilakukan untuk melihat GMT? Jawabannya adalah ada. Bagi kamu yang tidak tinggal di provinsi-provinsi tersebut, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan menyiapkan fasilitas siaran langsung lewat jaringan internet.

“Masyarakat bisa mengamati detik-detik terjadinya gerhana matahari mulai pukul 06.30 WIB pagi dengan mengakses situs http://media.bmkg.go.id/gmt,” ungkap Rahmat Triyono, Kepala Stasius Geofisika kelas I BMKG Padang Panjang, seperti dikutip dari Okezonecom, Jumat (4/3/3016). Rahmat mengungkapkan bahwa fasilitas siaran langsung ini disediakan agar masyarakat Indonesia dan publik dunia bisa melihat proses terjadinya gerhana tanpa harus melihat langsung ke arah matahari.

Rahmat Triyono (Mafaza Online)
Rahmat Triyono (Mafaza Online)

Tentu saja fasilitas siaran langsung yang disediakan BMKG ini menjadi sebuah angin segar bagi kamu yang tak bisa melihat GMT langsung di 12 provinsi yang dilintasi. Apalagi BMKG memang menghimbau agar publik tak melihat gerhana matahari dengan mata telanjang lantaran bisa mengakibatkan kerusakan mata.

Jadi, siapkan komputer dan juga kuota kamu untuk bisa menyaksikan fenomena alam langka ini pada tanggal 9 Maret nanti. (tom)