Info Pendaki

Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo akhirnya ditetapkan menjadi Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO, Badan PBB yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan. Penetapan ini dilakukan pada siding International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO di Kota Lima, Peru, 18-20 Maret lalu.

Konsep cagar biosfer digagas Unesco sejak 1971. Hingga saat ini, Unesco telah menetapkan 669 kawasan biosfer di 120 negara. Cagar Biosfer adalah situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerja sama program MAB-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo sebenarnya destinasi lama yang namanya tak begitu terkenal. Namun kini Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Parwo, tak hanya dikenal masyarakat luas di Indonesia, tapi juga dunia. Penetapan ini pun bisa mendongkrak Banyuwangi sebagai destinasi wisata andalan di Indonesia berstandar internasional. Selama ini Kab Banyuwangi memang sudah ditetapkan sebagai kabupaten pariwisata.

â??Saya senang. Informasi ini akan semakin mendongkrak potensi pariwisata di Banyuwangi. Saya sudah dapat info tersebut termasuk foto penetapan yang dikirim langsung ke saya dari Peru,â? kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dikutip dari Pikiran Rakyat.

Kawah Ijen merupakan sebuah kawah terasam di dunia yang memiliki dinding kaldera setinggi 300-500 meter, dengan luasan 5.466 hektare dengan ukuran kawahnya kurang lebih 20 km.

Panorama alam yang disajikan Kawah Ijen memang amat mempesona. Pada pagi hari, wisatawan akan disuguhkan pemandangan sunrise yang sangat memukau. Sinar matahari pagi yang menyinari kawah, akan dipantulkan sehingga membentuk warna kemilau hijau toska dari permukaannya yang fantastis.

Info Pendaki
Info Pendaki

Cairan belerang mengalir tanpa henti di bawah kawah, menimbulkan percikan api berwarna biru (blue fire). Fenomena ini konon hanya ada dua di dunia; di Kawan Ijen, Indonesia dan di sebuah gunung di Eslandia.

Blue Fire (Info Pendaki)
Blue Fire (Info Pendaki)

Alas Purwo pun tak kalah menariknya. Selain punya hutan rimba yang luas, Alas Purwo juga punya Pantai Plengkung yang memiliki ombak cukup besar. Banyak turis asing yang berkunjung ke lokasi tersebut untuk surfing. â??Program Cagar Biosfer ini sejalan dengan komitmen kami dalam mengusung konsep pengembangan wisata yang menyuguhkan keindahan lingkungan. Ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,â? papar Bupati Anas.

Cagar Biosfer yang ditetapkan UNESCO tadi meliputi kawasan seluas 678.947,36 Ha. Semua terbagi ke dalam 3 zona. Ada area inti seluas 127.855,62 Ha yang mencakup tiga Taman Nasional; Alas Purwo, TN Baluran, dan TN Meru Betiri. Ada juga zona Cagar Alam Kawah Ijen dengan kawasan penyangga seluas 230.277,4 Ha. Satu lainnya zona transisi seluas 320.814.34 Ha.