metro.uk

Behel atau kawat gigi merupakan perawatan ortodontis untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak harmonis, demi mendapatkan hubungan gigi yang baik. Selain itu behel berfungsi memperbaiki fungsi pengunyahan dan mencipta keserasian estetika wajah. Kawat gigi terbuat dari kawat atau kabel. Satu perangkat kawat gigi terdiri dari band, bracket, bracket hook, dan archwire.

Di Indonesia, penggunaan behel tak hanya memperbaiki bentuk gigi, tapi sebagai cara menunjukkan status sosial. Mereka yang menggunakan behel dianggap keren dan kekinian. Pemasangan behel asli, memang perlu merogoh kocel dalam-dalam. Alhasil mereka yang tak punya uang tapi ingin dikatakan kekinian, memasang behel kepada ahli gigi yang menawarkan jasa pemasangan behel dengan harga yang murah dibandingkan dengan biaya pemasangan behel di dokter gigi.

Ada kisah unik seorang mahasiswa yang memang membutuhkan behel -bukan untuk gaya-, tapi ia kekurangan biaya untuk perawatan dokter. Dia membuat kawat gigi sendiri.

Dia adalah seorang mahasiswa jurusan desain di Amerika. Lelaki bernama Amos Dudley ini, merancang sebuah braces dengan mengandalkan 3D printer dan plastik yang dibuatnya sendiri. Amos mulai belajar soal ortohdontic, ilmu bidang kedokteran gigi untuk memperbaiki susunan gigi.

Dari situ, Amos mulai mencari-cari brand terkenal di bidang 3D print. Beruntung, ia langsung mengingat kalau New Jersey Institute of Technology (NJIT), tempat ia belajar punya fasilitas tersebut. Setelah mempelajari secara detail soal proses professional di bidang orthodontic, ia mulai menyusun ide.

Langkah pertama, membuat cetakan gigi dan lalu mengisinya dengan cairan Permastone. Setelah merapikannya dengan pisau cukur, Amos lalu menggunakan NextEngine 3D laster scanner buat bikin model digital gigi miliknya. Dari situ, ia membuat animasi tentang posisi gigi yang ia rapihkan.
la-lights.com
la-lights.com

Amos selanjutnya memproduksi model dari setiap langkah yang ia buat dengan gunakan Stratasys Dimensions 1200es di laboratorium NJIT dengan akurasi di bawah 1 mm.

Setelah membuat model dengan akurat, Amos lalu menggunakan dental plastic untuk membuat jalur yang tepat buat menghasilkan gigi yang rapih. Braces yang ia buat lebih nyaman dari yang dibuat dokter. Ia menggunakan kawat gigi itu seharian selama kurang lebih 16 minggu,dan melepasnya ketika akan makan. Konon braces-nya juga cocok untuk whitening trays.

Tada ~ dailymail.co.uk