Kasus Zaskia Gothic tempo lalu, membuat publik miris. Pasalnya, pemilik tari Goyang Itik ini berhasil menampar Indonesia, lantaran akhir-akhir ini banyak anak muda yang tak memahami Garuda dan Pancasila sebagai identitas bangsa.

Padahal nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat luhur. Butuh waktu yang lama untuk merumuskan Pancasila ini. Sehingga tak selayaknya, kita, sebagai bagian dari bangsa yang beradab, membuat lelucon atas Garuda Pancasila.

Nah, supaya kamu tak lagi sembarangan menjadikan Garuda Pancasila sebagai bahan bercandaan, yuk kenali Garuda Pancasila sebagai lambang negara, lewat 5 fakta berikut.

1. Filosofi Burung yang Amat Dalam

Bentuk burung Garuda, bukan dibuat tanpa arti.  Kepala Burung Garuda sengaja dibuat menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti â??Berbeda-beda tetapi tetap satuâ? ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.

Keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih cita-citanya menjadi negara yang merdeka bersatu dan berdaulat pada tanggal 17 Agustus 1945, dituangkan dalam lambang Garuda. 17 helai bulu pada sayapnya yang membentang melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, 8 helai bulu pada ekornya melambangkan bulan Agustus, dan ke-45 helai bulu pada lehernya melambangkan tahun 1945. Semua itu memuat kemasan historis bangsa Indonesia sebagai titik puncak dari segala perjuangan bangsa Indonesia.

2. Perancang Burung Garuda, Pria Asal Pontianak, Sultan Hamid II

Sultan Hamid bersama Presiden SukarnoPancasila digambar oleh Sultan Hamid II dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat berupa Garuda berwarna emas dengan perisai yang gagah. Prosesnya mengalami beberapa kali perubahan seperti penambahan jambul pada lambang garuda oleh Sukarno.

Gambaran awal belum berjambul alias masih botak, dan cengkeraman (atas pita) masih terbalik. Namun, sosok penyokong konsep negara Federal ini, berhasil menyisihkan rancangan Muhammad Yamin.

3. Soekarno, Melakukan Penambahan Jambul Hingga Jadi Garuda Pancasila seperti Sekarang

Presiden Soekarno memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara buatan Sultan Hamid II kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Namun pada 1950, Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, agar mengganti burung Garuda yang sudah disepakati dengan menambahkan jambul, lantaran dianggap mirip lambang Amerika Serikat, Elang Botak (Bald Eagle).

4. Kekuatan Garuda dalam Agama Hindu

Garuda merupakan kendaraan Dewa Wisnu. Satu dari tiga dewa utama dalam agama Hindu. Sama seperti tugas sang dewa, Garuda pun memelihara dan mengawal alam semesta. Garuda adalah adaptasi dari Garida yang dalam mitologi Hindu India berbentuk manusia berwarna emas, berwajah putih, berparuh dan bersayap merah.

5. Infografis Mengenal Garuda

Untuk lebih mengenal dan mencintai Garuda Pancasila, berikut infografis yang diambil dari akun facebook TraffikCreative.