Cara Menjawab “Kapan Nikah?” yang Aman dan Elegan

Memasuki usia matang, pertanyaan tentang masa depan muncul satu per satu. Dari mulai, kapan wisuda? Kapan kerja? hingga kapan nikah? terus menghantui.

Nah pertanyaan-pertanyaan itu paling menganggu, apalagi di saat orang-orang sekitarmu sudah melakukan itu semua. Namun dari semua pertanyaan gangguan, seperti kapan nikah? jadi pertanyaan paling sulit dijawab.

Apalagi buat kamu yang udah lulus kuliah, kerja pun sudah lumayan mapan, lantas tak dipinang-meminang. Orangtua mana yang tak ingin cepat menggendong cucu?

Awalnya ditanya â??Kapan nikah?â? sih cuma bikin kamu senyum aja. Sampai lama-lama kamu pun mulai bosan dan tertekan saat datang ke undangan.

Jangan khawatir, 5 jawaban singkat, lugas, nan elegan ini akan membantumu saat ditanya Kapan Nikah?

1. “Doain Aja, Ya.”

Memang singkat. Tapi jawaban itu, tak akan mengundang pertanyaan lain. Mungkin wejangan-wejangan dan rekomendasi calon yang akan mereka utarakan. Saat menjawab itu, jangan lupa beri senyuman.

2.”Masih ngumpulin modal, nih.”

Menikah bukan sesuatu yang mudah dan murah. Perlu biaya tak sedikit hanya untuk menanti saksi menjawab “Sah”. Apalagi sampai ngundang dangdutan. Makanya, kalau cuma sekedar ngeles aja, kamu bisa jawab, â??Masih ngumpulin modal, nihâ?¦ Kan nggak mungkin tamunya cuma aku kasih nasi, kecap, sama air putih aja.”

3. “Tunggu aja, undangannya, ya.”

Cara ini cukup ampuh. Kamu tinggal bilang, â??Tunggu saja undangannya, ya!â?. Skak! Orang akan berhenti bertanya soal ini-itu. Namun jika dia bertanya lagi tentang kapan-sama siapa, jawab saja â??Udahlah, tunggu saja. Enggak sabar amat.â? Ucapkan sambil tersenyum lebar. Jika suatu ketika bertemu lagi, lalu dia menagih undangannya, jawab saja, â??Tenang, tunggu saja ya.â? dan tetap berikan senyum lebar.

4. “Iya, nih.”

Iya nih� merupakan jawaban sopan untuk menyampaikan maksudmu yang juga lelah menanti kapan pernikahanmu tiba. Namun dengan cukup 2 kata, tersebut kamu akan aman dan tidak bikin emosi.

5. “Ah, bisa aja.”

Jawaban paling pas untuk membungkam si penanya. Setelah jawaban itu terlontar, sang penanya akan kesulitan untuk mengulangi pertanyaannya atau melontarkan pertanyaan baru. Jawablah sambil menyolek bahu si penanya, cengar-cengir sebentar, kemudian segera berlalu. Kelar.

Apa Komentarmu
Tunggu Dong...