Mungkin kerupuk sudah jadi makanan yang tak asing lagi buat kamu. Pasalnya, ketika kamu berkunjung ke rumah makan, biasanya sudah disediakan kerupuk di dalam plastik atau kaleng. Namun, kerupuk yang satu ini berbeda dari yang lain. Apa yang beda?

Rupanya, kerupuk ini meraih predikat sebagai kerupuk terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Kerupuk ini adalah kerupuk asal Sidoarjo yang diproduksi dari Sekar Laut Group. Kerupuk ini mampu masuk rekor MURI karena ukurannya yang tidak biasa. Bahkan, bukan hanya rekor kerupuk terbesar saja yang mampu diraih, rekor makan kerupuk dengan peserta 10 ribu secara bersamaan juga mampu diraih.

Kerupuk terbesar (Merdeka)
Kerupuk terbesar (Merdeka)

Sebelum digoreng, kerupuk itu mempunyai dimensi panjang 400 cm, lebar 50 cm, tebal 0,3 cm. Maka, penggorengan yang dilakukan di Alun-alun Sidoarjo tersebut, wajannya juga khusus, yaitu panjang 612,5 cm, lebar 122 cm, dan tinggi 50 cm.

Sedangkan, untuk bahan baku krupuk udang itu menghabiskan sekitar 15 kg, yang terbagi menjadi tepung tapioka 10 kg dan udang 5 kg. Kemudian, untuk menggorengnya diperlukan minyak sebanyak 1.000 liter.

“Untuk melakukan penggorengan itu, tenaga yang dibutuhkan 22 orang,” kata Presiden Direktur PT Sekar Laut Harry Sunogo di Sidoarjo, seperti dilansir dari Merdekacom, Senin (4/4/2016).

Menurut Harry Sunogo, kegiatan rekor MURI ini untuk memperkenalkan kepada seluruh masyarakat luas, bahwa Sidoarjo merupakan kabupaten penghasil kerupuk udang terbesar. Selain itu, juga menjadikan Kota Delta sebagai jujukan wisatawan nantinya dalam segi kepariwisataan. “Masyarakat semakin tahu dan bangga dengan kerupuk sebagai ikon camilan khas Indonesia,” katanya.

Founder Sekar Group, Harry Susilo memperlihatkan piagam MURI (Joss)
Founder Sekar Group, Harry Susilo memperlihatkan piagam MURI (Joss)

Dengan adanya kegiatan rekor MURI ini, lanjut Harry, bisa membawa dampak positif bagi masyarakat. Terutama dalam menjaga keberadaan kerupuk di kalangan anak muda. “Mari kita jaga bersama-sama eksistensi memakan kerupuk buatan Indonesia, supaya banyak diakui oleh negara lain,” ujar Harry.

Sementara perwakilan dari rekor MURI Awan Rahargo mengaku, pembuatan dan penggorengan krupuk di Sidoarjo ini merupakan yang pertama kali. Sebab, selama ini di Indonesia belum ada yang membuat ataupun memproduksi dan menggoreng krupuk.

“Ini bukan hanya masuk MURI saja, tapi juga sekaligus masuk rekor dunia. Karena, selama ini belum ada yang membuat krupuk dan menggoreng yang dimensi yang panjang, dan lebar yang tidak lazim,” jelas Awan Rahargo.

Kerupuk udang yang telah dimasak itu kemudian dinikmati oleh seluruh masyarakat yang sejak pagi sudah mengantre, termasuk Bupati Sidoarjo H. Saiful llah, Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, Dandim 0816 Letkol Inf Andre Julian, Ketua DPRD Sidoarjo H. Sulamul Hadi Nurmawan dan pejabat lainnya. (tom)