Alat musik gitar sudah biasa kita lihat. Namun bagaimana bila ada dua alat musik yang kemudian dijadikan satu alat musik? Itulah yang terjadi pada alat musik ciptaan pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini.

Muchlis Maman bersama seniman muda, Lana, dan kawan-kawan duduk santai sambil bermain musik di salah halaman Taman Budaya Provinsi Kalsel. Hanya saja alat musik yang dipetik Julak Larau, panggilan Muchlis Maman bukan gitar dan bentuknya cukup antik, mirip banjo, dan tak dijual di pasaran.

Rupanya, alat musik itu adalah bikinannya sendiri, dan diberi nama Tartar. Nama Tartar sendiri berasal dari dua nama alat musik yang digabungkannya itu, yaitu gitar dan tarbang (rebana).

“Alat ini pertama kali saya bikin bulan Februari 2016 lalu. Awalnya cukup sulit juga mengingat harus mengkombinasikan alat tarbang dengan gitar. Hasilnya agak kasar dan baru pembuatan kedua alat musik Tartar lebih mulus. Kemarin saya bikin alat Tartar ketiga, lebih baik lagi dan bisa dipakai buat show,” jelas Muchlis seperti dikutip dari Tribunnewscom, Rabu (27/4/2016).

Muchlis kemudian menjelaskan ide awal pembuatan alat musik ini. Dia bercerita kalau awalnya ide ini muncul saat dia melihat kesenian asal Kalsel, Sinoman Hadrah. Dia menilai kalau kesenian itu monoton, karena hanya terdiri dari vokal dan suara rebana atau tarbang saja, tanpa ada unsur melodisnya.

Kebetulan, bulan Februari lalu, dirinya melihat ada rebana dan gagang (neck) gitar yang tak terpakai, sehingga dia pun menggabungkan keduanya. Dia mengaku membutuhkan waktu sebulan untuk bisa menyatukan dua alat musik itu, dikarenakan bentuk keduanya yang berbeda.

“Awal seminggu memikirkan, bagaimana cara menggabungkan gagang gitar yang lurus dan rebana yang bulat. Jari-jarinya juga harus pas dan akhirnya selesai juga,” paparnya.

Karena seringnya membuat alat musik ini, Muchlis sudah lebih terbiasa, dan dia pun kini bisa menyelesaikan alat musik Tartar hanya dalam 2 hari saja. Dia juga mengaku kalau salah satu Tartar buatannya sempat dibeli oleh seniman lokal. “Malah bikinan yang kedua dibeli seniman Balangan, H. Fahmi,” ucapnya.

Kamu bisa lihat videonya berikut ini.

(tom)