Busa biasanya merupakan benda yang ringan, rapuh dan juga halus bila disentuh. Namun busa yang satu ini justru lebih kuat dibandingkan baja, dan bahkan bisa menghancurkan peluru kuat yang mampu menghancurkan baja anti peluru.

Karena kekuatannya itu, maka bahan busa logam itu bisa dijadikan sebagai bahan untuk rompi anti peluru, dan juga bahan untuk perlindungan kendaraan. Logam itu dinamakan busa logam komposit, yang dibuat dengan menanamkan bulatan-bulatan baja berlubang di dalam matriks stainless steel yang dibuat dari bubuk logam.

Busa logam komposit (Engineerdir)
Busa logam komposit (Engineerdir)

Tes yang dilakukan pada bahan tersebut menunjukkan bahwa bahan dengan ketebalan kurang dari satu inci logam itu cukup untuk menghentikan putaran terobosan baja yang biasanya akan menusuk masuk rompi anti peluru. Bukan hanya menghentikan, namun logam komposit itu mampu menghancurkan peluru yang dikatakan sangat kuat itu jadi berkeping-keping.

Peluru hancur saat mengenai busa logam komposit (Daily Mail)
Peluru hancur saat mengenai busa logam komposit (Daily Mail)

“Kami bisa menghentikan peluru pada ketebalan total kurang dari satu inci , sedangkan lekukan di bagian belakang adalah kurang dari 8 mm,” jelas Profesor Afsaneh Rabiei, seorang insinyur mekanik dai North Carolina State University, seperti dilansir dari Tech Times, Kamis (28/4/2016).

Dengan ketebalan itu, maka bahan tersebut sudah sangat layak untuk dijadikan bahan baju anti peluru, karena NIJ (National Institure of Justice) menyatakan standar minimal untuk bagian belakang sebuah rompi anti peluru adalah 44 mm.

Setelah melakukan percobaan dengan kamera berkecepatan tinggi, Profesor Rabiei dan tim peneliti lainnya mampu memonitor apa yang terjadi pada peluru baja M80 dan M2 saat menusuk ke berbagai macam rompi anti peluru dari jarak 5 meter.

Yang paling menarik perhatian adalah saat peluru ditembakkan pada busa logam komposit ini. Para peneliti menemukan bahwa menggabungkan busa logam komposit dengan plat depan keramik, maka peluru yang berkecepatan lebih dari 3 ribu km/jam, massanya akan hilang 65 persen setelah menyentuh busa logam tersebut. Kamu bisa lihat videonya berikut ini.

Penambahan Kevlar atau plat belakang aluminium pada busa juga membantu meningkatkan kemampuannya untuk menghilangkan energi dan memungkinkan baja menjadi lebih ringan.

Uji coba dari Profesor Rabiei yang lainnya juga menunjukkan bahwa busa logam komposit lebih tahan panas dua kali lipat dibandingkan baja biasa, ditambah lagi busa logam komposit ini mampu melindungi tubuh dari sinar-X, sinar gamma, dan radiasi neutron.

Jika bisa dikembangkan lebih lanjut, maka nantinya para personel militer akan dibuat jauh lebih aman ketika menjalankan tugasnya. (tom)