Kayu selama ini memang dikenal sebagai salah satu bahan bangunan yang menciptakan beberapa arsitektur bersejarah di dunia. Saat ini para arsitek dan insinyur sedang gencar mencari bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berdasarkan studi terbaru, mereka rencananya akan menggunakan kayu sebagai bahan utama, tapi dengan cara tak biasa.

Beberapa tahun terakhir, ilmuwan di University of Maryland, Amerika Serikat, mengembangkan material kayu namun dengan wujud yang tembus pandang atau transparan. Hasil penelitian itu dipublikasikan di jurnal “Advanced Materials”.

Logo University of Maryland (CNN)
Logo University of Maryland (CNN)

Dilansir dari CNN, Senin (30/5/2016), kayu tembus pandang itu lebih kokoh dari kayu pada umumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Liangbing Hu dari Departemen Sains Material dan Teknik di University of Maryland.

Di saat arsitektur urban marak menggunakan kaca dan baja, kayu transparan dapat mengurangi biaya pembuatan serta menekan konsumsi bahan bakar dalam pembuatannya.

Hu mendeskripsikan proses pembuatan kayu transparan tersebut dalam dua langkah. Pertama, lignin (zat yang terkandung dalam kayu) dibuang secara kimiawi. Langkah tersebut sama dengan cara yang dilakukan oleh pabrik pembuat kertas. Lignin merupakan zat yang berperan dalam memberi warna kekuningan dalam kayu.

Kedua, adalah menyuntikkan pembuluh kayu dengan epoksi yang berfungsi untuk menguatkan kayu.

Epoksi biasanya digunakan sebagai bahan perekat dan memperkuat material komposit untuk bangunan. Proses yang memakan waktu satu jam tersebut, dilakukan dengan tujuan menjaga serat nano selulosa.

Cara pembuatan kayu transparan (CNN)
Cara pembuatan kayu transparan (CNN)

“Serat kecil yang terbentuk di dinding pembuluh kayu membuat benda itu menjadi kokoh,” ujar Hu. “Kami tak mengganggu pembuluh tersebut. Untuk yang pertama kalinya kami dapat menjaga struktur kayu dan membuatnya menjadi transparan dan secara bersamaan menguatkannya,” lanjutnya.

Implikasi dari ditemukannya kayu transparan sangat luas. Menurut Hu, dalam ke depannya material tersebut dapat menggantikan kaca. “Jendela yang terbuat dari kaca menjadi masalah besar pada musim panas dan dingin, mereka memiliki kemampuan isolasi panas yang buruk,” jelas Hu.

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa kayu transparan menunjukkan kualitas transmisi tinggi dan dapat berpotensi digunakan dalam sel surya, yang mengubah energi matahari menjadi listrik.

“Jika kamu menempatkan kayu transparan di depan sel surya, jumlah cahaya yang diserap akan lebih tinggi dan efisiensi meningkat menjadi 30 persen,” ujar Hu.

Dr Liangbing Hu (Robaid)
Dr Liangbing Hu (Robaid)

Lebih baik lagi, kayu transparan itu memiliki ketahanan lebih kuat dibandingkan baja. “Secara potensial, kayu transparan setara atau bahkan melebihi kekuatan baja, dengan tambahan keuntungan bahwa benda itu memiliki bobot lebih ringan dari baja,” jelas Hu.

Saat ini, tim peneliti sedang mencari dana tambahan untuk melanjutkan penelitiannya dan memprediksi bahwa kayu transparan tersebut akan berada di pasar komersial dalam beberapa tahun ke depan.

Sejak penelitian tersebut dipublikasikan, Hu telah menerima banyak pertanyaan oleh perusahaan untuk menguji apakah teknologi itu dapat diproduksi secara massal.

“Ini menarik. Karena material tersebut telah digunakan dalam jangka waktu yang panjang, telah ada banyak pengetahuan dan infastruktur pembuatan di industri kayu, jadi bidang ini akan berkembang dengan pesat,” jelas Hu. (tom)