Keberadan robot lambat laun mulai merambah ke berbagai bidang industri. Bahkan saat ini terdapat beberapa jenis pekerjaan yang telah tergantikan oleh alat besutan manusia tersebut.

Meski telah banyak robot yang dibuat guna meringankan pekerjaan rumah manusia, baru-baru ini IBM merakit sebuah robot yang berbeda. Diberi nama ROSS, perusahaan yang bergerak dibidang teknologi tersebut memperkenalkan sebuah robot yang dapat bekerja sebagai pengacara.

ROSS dapat berfungsi sebagai pembantu praktisi hukum di sebuah lembaga hukum. Pasalnya robot ini telah dibekali teknologi kognitif IBM Watson yang telah dirancang untuk memahami bahasa Inggris.

AI Watson (tengah) (Daily Mail)
AI Watson (tengah) (Daily Mail)

Tidak hanya itu, ROSS juga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan bidang Hukum yang diajukan kepadanya. Bahkan robot ini memiliki kemampuan hipotesis, melakukan penelitian, dan memberikan informasi yang dibutuhkan seperti undang-undang.

Pada dasarnya, robot rancangan IBM ini adalah sebuah alat pencarian tercanggih. Ia dapat membaca dan menarik kesimpulan dari hukum yang sudah ada untuk menjawab pertanyaan mengenai kasus tertentu atau pedoman yang bisa ditanyakan penggunanya dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Kemampuan machine-learning membuatnya dapat terus meningkatkan jawabannya, dan sistemnya dapat membantu para pengacara untuk terus mengetahui putusan terbaru.

Robot pengacara ROSS juga dapat menghemat waktu pengacara lainnya yang ingin menguasai literatur yang besar dan banyak. ROSS membantu dengan memberikan informasi yang dibutuhkan sehingga pengacara lainnya dapat mengerjakan hal lain, seperti menganalisis rinican kompleks dari kasus dan hukum yang paling relevan.

Ilustrasi robot pengacara (Daily Mail)
Ilustrasi robot pengacara (Daily Mail)

Namun robot ROSS sendiri masih dalam tahap pengembangan untuk menjadi robot pengacara yang lebih baik. Andrew Arruda, CEO dan co-founder dari ROSS Inteligence, seperti dilansir dari Daily Mail, Rabu (29/6/2016), mengungkapkan bahwa dirinya sedang mencari cara untuk membuat robot pengacara ROSS jadi lebih intuitif layaknya rekan kerja yang sebenarnya.

Arruda berharap, semua lembaga hukum akan memanfaatkan kekuatan AI (artificial intelligence) untuk melayani keadilan. Karena sekarang, sekitar 80% warga Amerika Serikat yang membutuhkan pengacara, tidak bisa mendapatkannya. Padahal, negara adidaya itu kelebihan jumlah pengacara.

Ilustrasi robot pengacara (Halo-robotics)
Ilustrasi robot pengacara (Halo-robotics)

â??Dengan ROSS, pengacara dapat mengukur kemampuan mereka dan mulai melayani warga Amerika yang membutuhkan,â? ujar Arruda.

Dengan kata lain, dengan menggunakan pengacara AI seperti ROSS, lembaga hukum dapat menurunkan harga bayar karena tidak membayar tenaga kerja manusia lagi. Kehadiran robot pengacara seperti ROSS juga diharapkan dapat membuat pengacara lainnya jadi lebih efektif dan lebih efisien dalam menangani kliennya. (tom)