Putus Sekolah, Wanita Asal Pontianak Ini Jadi Bintang TV di Taiwan


Putus sekolah adalah mimpi buruk bagi siapa pun. Di saat pemerintah menggaungkan pendidikan adalah hak bangsa, masih ada di sekitar kita, mereka yang terpaksa menyerah pada pendidikan karena suatu hal.

Salah satunya dialami oleh Mok Ai-fang, masyarakat keturunan Tionghwa yang berasal dari Pontianak, Kalimantan, Indonesia. Ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana, sehingga ia terpaksa meninggalkan sekolah setelah lulus SMP. Namun, ia tidaklah menyerah, hingga usahanya membuahkan hasil.

taiwanpanorama.com

Dikutip dari Taiwan Panorama, karena ia tak menyelesaikan sekolahnya, ia meninggalkan bangku studi dan langsung turun ke dalam dunia pekerjaan. Guna tidak menambah beban keluarga, sejak lulus SMP, dirinya bekerja di Malaysia selama 2 tahun, lalu pindah ke Singapura.

Akhir tahun 2000, ada teman yang mengajaknya untuk bekerja di luar negeri, dipilihlah Taiwan. Mulai dari sebagai perawat hingga pekerja pabrik, semua dilakoninya agar bisa bertahan hidup di negeri orang.

Kurang dari 6 bulan sebelum izin kerjanya habis, secara tidak terduga ia malah mendapatkan jodoh seorang pria Taiwan. Setelah bertahun-tahun berada di Taiwan, ia masih kesulitan dengan bahasa. Kakak iparnya menyarankan ia mengikuti kursus bahasa.

Bersama dengan teman-teman dari Indonesia yang ada di Taiwan, Mok Ai-fang mengikuti kursus bahasa di pusat pelatihan bagi imigran baru di Taoyuan. Ia beruntung mendapat guru sekaligus mentor yang tidak hanya mengajar berbicara bahasa Mandarin, tapi juga membantunya menggali potensi diri sebesar-besarnya.

Dari sinilah dimulai buah Mok Ai-fang dipetik. Saat itu, pembuat film “Nonya Tastes of Life” garapan televisi publik PTS sedang mencari pemeran utama Indonesia, untuk tayangan tentang para imigran baru di Taiwan. Huang Mu-yi, sang mentorlah yang memberi semangat kepada Mok Ai-fang agar mencoba melamar.

Setelah pelatihan selama 6 bulan, Mok Ai-fang mendapat skenario pertama tayagan pada Agustus 2006. Pengambilan gambar secara resmi dimulai pada Mei 2007. Berkat penampilannya ini, ia meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Golden Bell Awards pada November di tahun yang sama.

taiwanpanorama.com

Dalam 10 tahun terakhir, ia sudah terlibat dalam ratusan film. Salah satu yang paling berkesan adalah perannya sebagai wanita hamil dalam film “Zone pro Zak” karena pergulatan batin yang melingkupinya saat itu.

Tidak berhenti di tayangan drama, Mok Ai-fang kemudian ditantang untuk menjadi pemandu acara “Aku di Taiwan, Apa Kabar?” yang juga disiarkan oleh PTS. Awalnya masih merasa canggung ketika menjadi penyiar acara bertema pernikahan lintas budaya tersebut. Namun ia dapat beradaptasi dengan baik.

taiwanpanorama.com

Kini, setelah tinggal lebih dari 10 tahun di Taiwan, ia pun sudah mahir berbicara Mandarin. Dengan berlatih komunikasi dan mengasah kepekaan tentang apa yang ada dalam masyarakatnya, Mok Ai-fang kemudian menjadi lebih nyaman ketika melakukan wawancara dengan para narasumbernya.

Melalui acara “Nonya Tastes of Life” dan “Zon Pro Sak”, Mok Ai-fang telah mengharumkan nama bangsa sekaligus membuktikan bahwa ketekunan, keluwesan, dan keluasan hati memungkinkan setiap orang memainkan peran di ‘panggung’ masing-masing.

Kisah Mok Ai-Fang mengajarkan kita untuk tak pernah putus asa, meski apapun yang terjadi. Selain itu, tetap menggali potensi dan percaya pada diri sendiri. Luar biasa bukan?


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak