Sangat jarang orang Indonesia yang bekerja di sebuah klub sepak bola Eropa, apalagi menjadi bagian dari klub kaya Premier League, Manchester City. Namun, hal itu kini ditepis setelah hadir sosok pemuda Indonesia bernama Hanif Thamrin.

Hanif merupakan pria asal Payakumbuh, Padang, Sumatera Barat, putra dari Thamrin Manan, mantan ketua Pengadian Negeri Jambi yang banting stir menjadi advokad dan politisi. Kini, Hanif bekerja di media milik Manchester City sebagai International Producer. Keren kan?

Pemuda kelahiran 31 Maret 1986 ini sudah dua tahun bekerja di Manchester City. Di klub sepakbola terkaya keenam dunia versi Deloitte Money League 2016 tersebut, Hanif berperan sebagai tim media.

Yup, klub-klub profesional di dunia, memang memiliki tim media yang hebat yang mengurus segala alur pemberitaan tim. Di sinilah Hanif berperan sebagai produser konten berita internasional.

Tanggung jawab dia adalah menyalin dan menerjemahkan konten berita dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Tak hanya itu, Hanif pun menulis konten berita untuk MCFC Situs Web dan aplikasi mobile. Hanif juga mengembangkan keterlibatan berita lewat media sosial dan menghasilkan acara TV bulanan untuk stasiun televisi milik Manchester City bernama CityTV.

Untuk sampai di tahap ini, perjalanan pemuda yang pernah magang di BBC (British Broadcasting Corporation) London ini nyatanya tidak mudah. Semasa kuliah di Goldsmiths, Β University of London, ia sempat bekerja sebagai tukang cuci mobil di London. Tak hanya itu, ia pun pernah menjadi kuli angkut.

Perjuangannya di London tidak mudah. Selain dua pekerjaan tersebut, Hanif juga sempat melakoni pekerjaan sales dari rumah ke rumah, pelayan restoran, hingga kasir. Apapun dilakukannya, demi bisa kuliah dan menjadi jurnalis di Inggris.

Kini, Hanif tinggal mencicipi buah perjuangannya sebagai jurnalis di Inggris. Perjalananya ia tuangkan dalam buku berjudul Ò??Pemburu di Manchester BiruÒ? yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, Juli 2016 lalu. Buku setebal 152 halaman ini, berisi pengalaman Hanif sebagai satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di Manchester City.

Hanif mengajarkan kita agar selalu konsisten dan tidak pantang menyerah dalam menjalani hidup. Sukses terus Hanif!