Satu lagi film Indonesia yang menuai prestasi di kancah Internasional. Digarap oleh duo sutradara Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel, film bertajuk “Headshot” bakal mengawali layar Toronto International Film Festival (TIFF) 2016 yang diadakan di Kanada.

Toronto International Film Festival sendiri telah diakui sebagai salah satu barometer festival film bergengsi di dunia. Dan tahun ini Headshot bakal berdampingan dengan karya-karya berkualitas tinggi seperti “Free Fire” dan tentunya sekuel horor “Blair Witch Project”.

Variasi poster film Headshot (Muvila)
Variasi poster film Headshot (Muvila)

Timo menuturkan, alur dari film Headshot memang lebih ramah untuk audiens. Karena itu, ia optimis jika film ini akan mampu mencakup penonton yang lebih luas. “Headshot mencoba memberikan tawaran hiburan lain kepada penonton. Kami sadar bahwa film-film Iko Uwais sebelumnya sukses secara internasional, itu sebabnya kami tidak ingin mengecewakan penonton dan penggemar iko,” ucap Timo saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Liputan6com, Jumat (19/8/2016).

“Headshot” dipastikan akan menjadi suguhan di salah satu program unggulan dari TIFF yang disebut Midnight Madness. Film yang dibuat di bawah bendera produksi Screenplay Infinite Films ini bakal melakukan pemutaran perdananya pada 9 September 2016 malam waktu setempat.

Iko Uwais dalam film Headshot (Liputan6)
Iko Uwais dalam film Headshot (Liputan6)

Film “Headshot” sendiri bakal menghadirkan banyak adegan baku hantam dengan koreografi yang menawan. Dua pemain utamanya, yakni, Iko Uwais dan Chelsea Islan pun sukses menjadi perpaduan menarik melalui drama dan aksi yang mendebarkan.

“Saya kira porsi laga dan drama di film ini cukup imbang, sekitar 50%. Dalam hal cerita, saya juga enggak ingin para penonton terjebak dalam cerita yang terlalu berliku-liku, jadi di film ini alurnya jauh lebih mudah dimengerti,” ungkap Timo.

“Headshot” bercerita tentang seorang lelaki misterius (Iko Uwais) yang kehilangan ingatan setelah terbangun dari koma panjang. Kehidupannya pun berubah manis saat ia mulai dekat dengan Allin (Chelsea Islan), seorang mahasiswi kedokteran yang merawatnya sejak dia masih dalam keadaan koma.

Namun, kehilangan ingatan bukan berarti kalau masa lalunya telah terhapus. Di tengah kedekatannya dengan Allin, dia harus kembali menghadapi masa lalunya yang penuh dengan pertumpahan darah.

Iko Uwais dalam film Headshot (Liputan6)
Iko Uwais dalam film Headshot (Liputan6)

“Banyak pengalaman baru di film ini. Saya juga harus buat adegan drama serealistis, dan mengombinasikannya dengan adegan laga semenarik mungkin,” jelas Timo.

Rencananya, film ini bakal tayang di bioskop Indonesia akhir bulan November mendatang. (tom)