Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-71 kemarin ternyata membawa banyak cerita. Salah satunya adalah sajian terbaru dari Endank Soekamti. Band asal Yogyakarta itu baru saja meluncurkan film berjudul “Vlog Fest 2016 The Movie”.

Karya ini bisa dibilang merupakan film panjang berformat 360 derajat pertama di dunia. Erix Soekamti yang juga berperan sebagai sutradara di film ini merasa kalau belum ada karya dengan format serupa yang diproduksi dan dirilis masuk kategori film cerita panjang. Adapun definisi sebuah film disebut film panjang, berdasarkan Academy of Motion Picture Arts and Sciences adalah minimal 40 menit.

“Silakan di-googling, bisa dibuktikan bahwa ‘Vlog Fest 2016 The Movie’ ini adalah film panjang pertama dalam format 360 derajat dan mungkin satu-satunya di dunia,” kata Erix Soekamti seperti dikutip dari Kapanlagicom, Selasa (23/8/2016).

Poster Vlog Fest (Kapanlagi)
Poster Vlog Fest (Kapanlagi)

Peluncuran film ini dilakukan sederhana dan disiarkan secara live streaming melalui akun Facebook Page Endank Soekamti dan di base camp Endank Soekamti, Jl. Cempaka No. 11 Baciro Baru Yogyakarta. Secara garis besar, film ini bercerita tentang 8 orang vlogger yang mengikuti festival vlog di Bromo. Mereka berlomba-lomba membuat video blog untuk memperebutkan hadiah. Sayangnya proses produksi tidak berjalan mulus dan begitu misterius.

“Vlog Fest 2016 The Movie” sendiri adalah sebuah program tahunan dengan tujuan untuk penggalangan dana bagi pendidikan Indonesia. Untuk tahun ini, dana yang diperoleh dari Vlog Fest ini untuk mendanai biaya operasional DOES University yang merupakan sebuah sekolah gratis. Sebagai tambahan, DOES University saat ini telah masuk generasi ke-2.

Kalau kamu ingin menonton film ini secara gratis, kamu bisa langsung kunjungi vlogfest.com atau nonton lewat video di akhir tulisan ini. Adapun untuk distribusi fisik, film ini dikemas dalam bentuk boxset yang dapat diperoleh melalui www.belialbumfisik.com dan www.vlogfest.com. Tentu saja kualitas film yang didapatkan melalui distribusi fisik ini jauh lebih baik dibanding versi gratisnya.

“Dengan harga Rp. 600.000,- para pembeli mendapatkan boxset kayu jati Belanda berisi VR Glass, flash disk 16 GB berisi raw movie data dan behind the scene film, t-shirt, serta sertifikat kepemilikan,” jelas Pang Bathoro, manager merchandise Endank Soekamti.

“Setelah melakukan riset dengan menggunakan berbagai teknik dan mencoba berbagai perangkat, film ini akhirnya dibuat hanya menggunakan 1 kamera 360 derajat. Tantangan terbesar di lapangan adalah, karena formatnya 360 derajat, maka untuk mengakali para kru agar jangan sampai bocor masuk ke dalam kamera, jauh lebih rumit,” pungkas Bagoes Kresnawan.

Kamu bisa tonton videonya berikut ini.

(tom)