Ahmad Ataka, Mahasiswa Indonesia yang Ciptakan Robot di Eropa


Bisa melanjutkan pendidikan ke universitas terkemuka dunia memang luar biasa, apalagi bisa menciptakan karya atas nama bangsa Indonesia di luar negeri, sangat menakjubkan. Inilah yang dilakukan oleh Ahmad Ataka Awwalur Rizqi.

Ataka, sapaan akrabnya, adalah seorang santri dari Yogyakarta yang saat ini sedang melanjutkan belajarnya di bidang robotika di London. Tak tanggung-tanggung, anak bangsa ini terlibat dalam dua proyek sekaligus di King’s College, London! Yang pertama adalah STIFF-FLOP, yakni proyek yang bertujuan mengembangkan soft robot elastis untuk keperluan bedah tubuh manusia, yang baru saja berakhir Desember 2015 silam.

Yang kedua adalah Four by Three, yakni proyek yang berusaha menciptakan robot industri baru yang aman untuk berinteraksi dan bekerjasama dengan manusia. Hebatnya, dia menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia yang terlibat dalam proyek robot bedah medis Eropa ini.

Tribunews
Tribunews

Pemuda yang berusia 23 tahun ini berada dalam program European Commission yang melibatkan banyak universitas dan lembaga riset dari seluruh Eropa. STIFF-FLOP melibatkan 12 institusi, termasuk di dalamnya juga para dokter bedah dari University of Torino, di bawah Kingâ??s College London sebagai koordinator. Sedangkan, proyek Four by Three melibatkan 15 institusi di bawah koordinasi Tekniker, sebuah lembaga riset dari Spanyol.

Untuk proyek kedua, dia bersama beberapa mahasiswa Ph.D dan Research Associate di KCL memulainya sejak Desember 2014 dan masih akan berlangsung hingga Desember 2017. Hal menarik ia alami saat menggarap proyek ini. Paslanya dia bisa berbangga lantaran dapat mewakili timnya menuju International Conference on Intelligent Robots and System (IROS) 2015 di Hamburg, Germany untuk proyek Four by Three. Di sana ia bisa bertemu dan berbagi pengalaman langsung dengan para peneliti robotika ternama. Hebat kan?

Brilio
Brilio

Dilansir dari BBC News, tugas Ataka adalah mendesain suatu algoritma atau cara agar robot yang fleksibel dan lunak ini bisa bergerak secara otomatis untuk menghindari rintangan di sekitarnya menuju ke sasaran yang akan dituju, atau biasa dikenal sebagai motion planning. Luar biasa kan?

Sebagai satu-satunya orang Indonesia yang terlibat di dalam proyek bergengsi ini, ia akan melakukan hal sebaik mungkin. Apalagi proyek ini terbilang sangat tidak mudah. Namun, ia yakin bahwa manfaat teknologi robotika bisa dinikmati oleh masyarakat dunia hingga mengalir ke rakyat Indonesia.

Kapanlagi
Kapanlagi

Ataka yakin, dalam 20 tahun ke depan, akan banyak ilmuwan dan peneliti Indonesia yang sudah makan asam garam dunia penelitian dan siap berkolaborasi dengan peneliti-peneliti dunia saat ini sehingga bisa mendatangkan manfaat untuk Indonesia. Aamiin, sukses terus Ataka!


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak