Umumnya lagu daerah yang ada di Indonesia hanya dikenal oleh masyarakat sekitar asal lagu daerah tersebut. Namun, ada lagu daerah yang berhasil menarik hati musisi mancanegara. Lagu itu adalah lagu daerah asal Batak.

Lagu asal Batak ini menarik perhatian musisi bernama Herman Delago yang berasal dari Austria. Rupanya, dia memulai kecintaanya terhadap musik Batak ketika mendengar lagu Batak berjudul “Butet” saat melakukan wisata di Bali.

“Saya mengenal lagu batak ketika pergi ke Bali untuk liburan. Saya mendengar lagu Butet. Nada-nadanya sangat menarik bagi saya. Setelah itu saya pergi ke Samosir untuk lebih mengetahui musik Batak,” ujar Herman Delago di Sapadia Hotel Siantar, seperti dikutip dari Tribunnewscom, Senin (29/8/2016).

Kata Herman Delago setelah lebih mengenal lagu-lagu Batak dan budaya Batak dirinya semakin tertarik dan cinta sama budaya Batak. “Batak itu luar biasa. Saya sangat menyukainya. Saya sangat cinta sama budaya yang luar biasa ini. Acara-acara yang saya geluti selama ini adalah bukti kecintaan saya kepada negara dan budaya Batak,” ujarnya.

Herman Delago dan Tasha Band (Hetanews)
Herman Delago dan Tasha Band (Hetanews)

Karena itulah, dia pun berkolaborasi dengan band yang juga berasal dari Austria, yaitu Tasha Band, untuk membawakan lagu berbahasa Batak dalam ajang Samosir Musik International Batak Austria Rock yang diadakan hari Sabtu lalu.

Dalam ajang itu, Herman bersama Tasha Band membawakan sekitar 15 lagu. Hal ini diungkap sendiri oleh sang vokalis Tasha Band yang juga bernama Tasha. “Kira-kira 14 sampai 15 lagu Batak,” katanya.

Meski mengaku kesulitan, terutama pada pengucapan lirik lagu Batak, Tasha menyampaikan ketertarikan dan senang bisa membawakannya.

Yang lebih unik lagi, ternyata band ini memiliki lagu sendiri, yang kemudian dialihbahasakan menjadi bahasa Batak.

Bagaimana aksi band ini membawakan lagu Batak? Langsung saja tonton videonya berikut ini.

Dan video berikutnya adalah lagu mereka sendiri yang diubah menjadi bahasa Batak.

(tom)