Seorang kakek yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah, Indonesia, sedang menyadi sorotan karena diyakini sebagai manusia tertua yang ada di dunia. Bahkan, sejumlah media asing mengangkat kisah kakek bernama Sodimejo atau biasa dipanggil Mbah Gotho ini sebagai orang tertua di dunia.

Bagaimana tidak, Mbah Gotho masih hidup hingga sekarang saat usianya 146 tahun. Berdasarkan keterangan yang tertera pada KTP miliknya, bertuliskan jika Mbah Gotho lahir pada tanggal 31 Desember 1870 silam. Wow!

Selama masa hidupnya Mbah Gotho memiliki empat orang istri dan istrinya yang terakhir telah meninggal dunia pada tahun 1988. Semua anak-anaknya juga telah meninggal dunia dan sekarang keluargannya yang tersisa yakni cucu, cicit, dan cucu dari cicitnya.

Pernahkan terpikir olehmu bagaimana Mbah Gotho bisa kuat dan panjang umur seperti itu? JadiBerita kali ini mencoba mengulas rahasia di balik panjang umur mbah Gotho. Apa saja? Berikut dari berbagai sumber, berikut ini ulasannya.

Mbah Gotho suka berenang

swim-teach.com
swim-teach.com

Dilansir dari Kompas, ternyata Mbah Gotho jago berenang, lho. “Dulu, katanya orang sepuh di desa, Mbah Gotho suka berenang dan mencari ikan di sungai, bahkan menangkap ikan tanpa bantuan alat,” kata Suryanto sang cucu seperti yang diwartakan Kompas.

Salah satu tetangga Mbah Gotho, Margiyanti, bahkan bersaksi bahwa beberapa tahun silam masih melihat Mbah Gotho bekerja di ladang mencari rumput. Namun, saat ini, Mbah Gotho setiap hari beristirahat di rumah.

Mbah Gotho humoris dan suka anak-anak

mirror.co.uk
mirror.co.uk

Warga Desa Segeran sangat mengenal sosok dan tahu siapa itu Mbah Gotho. Di mata warga, Mbah Gotho dikenal sebagai sosok yang sangat humoris dan disukai anak-anak kecil. Dilansir dari Okezone, hampir tiap hari, rumah Mbah Gotho selalu ramai dikunjungi anak kecil.

Pasalnya, anak-anak selalu senang bermain di rumah Mbah Gotho lantaran selalu si Mbah sosok yang menyenangkan dan selalu bercerita tentang masa kecilnya yang suka mencari ikan di sungai Bengawan Solo.

Tidak menyusahkan orang lain

kompas.com
kompas.com

Menariknya, meski usianya sudah sangat tua, Mbah Gotho tidak mau tinggal diam begitu saja di rumah. Hampir tiap hari, dia tersebut selalu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain, termasuk sang cucu.

“Seperti mandi, ganti pakaian, makan selalu dilakukan sendiri. Kalau dibantu orang lain, Si Mbah selalu mengatakan ‘aku iso dewe le‘ (saya bisa sendiri nak),” papar Suryanto, cucu Mbah Gotho seperti dilansir dari Okezone.

Tak hanya itu, Mbah Gotho pun masih bisa melakukan aktivitas lainnya seperti menyapu rumah cucunya, tempatnya tinggal saat ini. Bahkan, Mbah Gotho masih kuat mencabuti rumput di halaman rumah. Wah, kamu yang masih muda jangan kalah, ya!

Minum jamu daun pepaya

resephariini.com
resephariini.com

Mbah Gotho sangat suka dengan jamu daun pepaya. Ia mengeluh beberapa hari terakhir tak lagi dibelikan jamu itu oleh cucunya. “Saya itu makan pahit, asin, pedas, manis ya saya terima. Jagat itu ada dua, yakni jagat [orang bebuat] baik dan jagat [orang berbuat] buruk,â? ujarnya seperti dilansir dari Solopos.com.

Yup, di balik daun pepaya yang kurang diminati karena rasanya yang pahit, ini tersimpan khasiat yang banyak seperti menambah nafsu makan, membantu proses pencernaan, hingga mencegah masuk angin. Tak heran, jika Mbah Gotho jarang sakit-sakitan.

Ikhlas, panjang umur adalah anugrah yang Maha Kuasa

liputan6
liputan6

Dilansir dari Liputan6, ketika ditanya wartawan resepnya bisa memiliki usia setua itu dan memiliki tubuh yang sehat, kakek yang masih kuat berjalan ke sana kemari itu hanya menjawab dengan spontan: â??Resepe nggih namung sabar kaliyan ihklas (resepnya ya hanya sabar dan ikhlas), karena Panjang umur tersebut adalah mukjizat dari Yang Kuasa.