Siapa orang di dunia ini yang tidak mengenali William Shakespeare? Sastrawan yang dikatakan terbesar di Inggris ini memang telah merebut hati banyak orang berkat karya-karyanya yang legendaris, seperti misalnya “Romeo dan Juliet” serta “Hamlet”. Namun, masih ada misteri yang menyelimuti sosok Shakespeare ini. Apakah Shakespeare ini tokoh nyata, atau hanya fiksi belaka? Berikut jadiBerita mencoba untuk mengungkap sosok ini, seperti dilansir dari berbagai sumber.

Menurut versi resminya, yang berasal dari pandangan ortodoks, William Shakespeare lahir di Inggris, di sebuah daerah yang bernama Stratford-upon-Avon pada tahun 1564 dan wafat di sana pada 1616. Dia memiliki istri bernama Anne Hathaway dan dikaruniai 3 anak kembar dari hasil pernikahannya.

Meski meyakinkan, kisah Shakespeare di atas beserta kisah karya-karyanya yang diplagiat rupanya memiliki kejanggalan. Setelah dilakukan penelitian, pengamatan dan investigasi dari para pencari kebenaran yang skeptis dengan keaslian cerita di atas, tidak ada catatan resmi di mana Shakespeare dinyatakan pernah menjadi siswa di Stratford Grammar School. Kemudian tidak ada juga siswa atau guru di sana yang mengklaim pernah menjadi teman sekelas atau pengajar Shakespeare. Lalu tidak begitu jelas kebenaran apakah dia pernah memiliki karier gemilang selaku aktor.

William Shakespeare (Biography)
William Shakespeare (Biography)

Informasi terkait Shakespeare sebenarnya sangat sedikit, padahal seharusnya Shakespeare hidup pada zaman Ratu Elizabeth I berkuasa, sebuah masa yang terdokumentasi dengan baik, di mana terdapat mesin cetak, di mana tulisan yang dicetak mudah ditemui, dan dimana terdapat banyak orang yang melek huruf. Hal Ini sangat berkebalikan dengan Isaac Newton, seorang jenius dari Inggris, yang lahir 26 tahun setelah Shakespeare meninggal. Dokumen asli tentang Isaac Newton sendiri terdiri atas ribuan dokumen. Begitu juga dengan Galileo (yang dilahirkan di tahun yang hampir bersamaan dengan Shakespeare), Michelangelo (dilahirkan 89 tahun lebih awal) atau bahkan Boccaccio (lahir tahun 1313).

Permasalahan besar dan berdampak penting terhadap eksisnya Shakespeare, dengan keharusan adanya bukti dokumen, adalah fakta bahwa Shakespeare sendiri selama di London nyaris tidak dikenal orang. Shakespeare konon menghabiskan hampir 20 tahun di London, Inggris, akan tetapi tidak ada satu pun catatan pada rentang 20 tahun itu, di mana ada yang melihat aktor atau penulis naskah ternama ini dengan mata kepala sendiri.

Yang lebih mengherankan lagi adalah surat wasiat Shakespeare. Disana ditulis daftar hartanya secara rinci, dengan banyak warisan ditetapkan secara spesifik. Anehnya, pada surat wasiat tersebut sama sekali tidak disebutkan masalah puisi, drama, naskah, karya yang sedang digarap, atau hak penerbitan apa pun. Disana juga tidak disebutkan soal buku-buku atau kertas kerjanya. Tidak ada petunjuk bahwa dia ingin naskah-naskahnya yang belum terbit untuk diterbitkan atau bahwa dia pernah menulis puisi atau drama dalam hidupnya.

Salah satu potongan surat wasiat William Shakespeare (Wikipedia)
Salah satu potongan surat wasiat William Shakespeare (Wikipedia)

Penjelasan yang bisa diterima akal sehat adalah â??William Shakespeareâ? mungkin hanyalah nama pena yang digunakan si penulis dalam upaya untuk menyembunyikan identitas aslinya. Upaya itu sangat berhasil sampai-sampai orang disekitarnya atau pun yang berjumpa dengannya, tidak menyadari bahwa mereka sedang berjumpa dengan William Shakespeare yang terkenal itu.

Ada juga teori lain yang mengemukakan bahwa William Shakespeare hanya nama alias. Beberapa tokoh yang mungkin merupakan William Shakespeare antara lain adalah Edward de Vere, Sir Francis Bacon, Christopher Marlowe, Mary Sidney Herbert, William Stanley, hingga Fulke Greville. Dari semua tokoh-tokoh itu, Edward de Vere yang dinilai memiliki kisah hidup paling mirip dengan Shakespeare.

Edward de Vere (thetruthaboutshakespeare)
Edward de Vere (thetruthaboutshakespeare)

Edward de Vere diketahui merupakan seorang bangsawan. Edward de Vere selalu meminati puisi dan teater, berteman dengan banyak tokoh sastra dan terkenal telah menulis puisi dan drama dengan namanya sendiri pada saat usianya masih muda. Akan tetapi, dia tidak pernah menerbitkan apa pun karena paham pada saat itu tabu apabila seorang bangsawan menerbitkan puisi ciptaannya.

Pada 1586, ketika Edward de Vere berusia 36 tahun, Ratu Elizabeth menganugerahi de Vere uang pensiun seumur hidup dengan jumlah yang fantastis, jika diibaratkan pada saat sekarang sama dengan USD 100 ribu (sekitar Rp 1,3 miliar) per tahun, dan ini tanpa dipotong pajak. Entah apa yang ada di pikiran Ratu dan entah apa yang terjadi, karena Ratu Elizabeth biasanya terkenal bertangan besi dalam hal uang. Yang makin mengherankan, hibah uang pensiun ini diberikan tanpa mengharuskan de Vere melakukan apa pun sebagai imbalannya, atau pun jasa-jasanya dimasa lalu yang layak dianugerahi hibah seperti ini. Santunan ini diberikan secara berkelanjutan dan teratur hingga ratu wafat, dan penggantinya (Raja James I) meneruskan pembayaran santunan ini walaupun ratu telah wafat.

Surat Edward de Vere (Anonymous-shakespeare)
Surat Edward de Vere (Anonymous-shakespeare)

Setelah turunnya santunan dari Ratu Elizabeth, de Vere tidak pernah lagi menulis dengan namanya sendiri. Namun dalam beberapa tahun, mulai muncullah puisi dan naskah drama atas nama seorang penulis yang tak ternama pada saat itu â??William Shakespeareâ?.

Setelah dianugerahi pensiun oleh Ratu, de Vere yang tadinya sangat aktif berkeliaran di Balairung memilih untuk mengundurkan diri dari kehidupan istana. Dari sini kita dapat berasumsi, bisa saja De Vere menghabiskan 18 tahun terakhir hidupnya untuk menulis dan memperbaiki naskah drama dan puisi dahsyat yang membuat â??William Shakespeareâ? ternama. Edward de Vere wafat pada tahun 1604, saat masa adanya serangan wabah penyakit dan dimakamkan dekat kampung halamannya di Hackney, dekat desa Stratford.

William Shakespeare (Buzzfeed)
William Shakespeare (Buzzfeed)

Kisah Edward de Vere di atas memang mirip dengan kehidupan William Shakespeare. Meski demikian, kisah ini memang belum bisa dibuktikan kebenarannya. Dengan demikian, bisa jadi William Shakespeare sebenarnya hanya tokoh fiktif atau nama pena, dan di balik sosok Shakespeare ada sosok aslinya, yang hingga kini masih berupa misteri. Kapankah misteri ini akan terungkap? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. (tom)