Menggunakan tisu (www.wikihow.com)

Siapa yang sering menggunakan tisu sehari-hari? Sebagian besar dari kamu pasti selalu membawa tisu dalam tasmu saat bepergian, terutama para cewek. Seperti yang kamu ketahui, tisu memang sangat praktis karena kegunaannya yang sekali pakai, alias habis pakai langsung buang. Tisu yang berbahan baku kulit kayu ini sudah mulai dibuat sejak tahun 1880-an. Proses pembuatannya memang sangat panjang, kulit kayu dijadikan pulp alias bubur kertas baru kemudian digiling terlebih dahulu dalam yankee dryer alias pengering khusus sebelum akhirnya menjadi tisu lembaran atau tisu gulung. Tapi tahukah kamu kalau mulai sekarang kamu harus menghemat penggunaan tisu. Kenapa? Ada empat alasan yang harus JBers ketahui sebelum kamu menggunakan tisu. Yuk simak baik-baik!

1Tisu si Pembabat Pohon

Tisu terbuat dari kayu pohon (www.greenyourdecor.com)

Hingga saat ini, bahan utama pembuatan tisu masih berasal dari kayu. Kayu yang didapat tentunya dari hasil penebangan pohon. Dilansir dari kompasiana, ada sebuah fakta mengejutkan yang perlu kamu tahu kalau batang pohon hanya bisa menghasilkan 20 lembar tisu saja, jadi dalam satu pohon utuh hanya bisa menghasilkan sekitar 100 lembar tisu alias kurang lebih dua pack saja. Coba saja kamu bayangkan jika jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan tisu sekitar 200 juta orang dan mereka menggunakan satu lembar tisu setiap harinya, ada berapa jumlah pohon di Indonesia yang harus ditebang?

2Tisu si Perusak Hutan

Penebangan pohon yang menyebabkan rusaknya hutan (lawac17.blogspot.com)

Habitat alami pohon adalah hutan, bukan hutan namanya jika tak ada pohon yang rindang dan hijau. Meski pemerintah sudah menggalakkan program 1 orang menanam satu pohon, sepertinya hal itu tak bisa membantu pengembalian rusaknya hutan yang diakibatkan oleh penebangan pohon yang merajalela. Hingga saat ini, Indonesia sudah kehilangan sekitar 72% hutan aslinya karena penebangan pohon untuk dibuat menjadi kertas dan tisu. Hal ini membuat masalah kerusakan hutan terus berlanjut tanpa ada ujung penyelesaian. Tingginya penebangan pohon baik itu secara legal maupun ilegal juga dipengaruhi karena tingginya daya konsumtif masyarakat akan penggunaan tisu.

3Tisu si Penyebab Global Warming

Global warming karena pembabatan hutan (www.compost-wips.be)

Rusaknya hutan dapat berakibat pada global warming alias pemanasan global. Kamu pasti sering merasa udara semakin panas setiap harinya, hal itu merupakan salah satu dampak dari rusaknya hutan karena penebangan pohon untuk dijadikan kertas dan tisu. Tak seperti fungsi tisu yang sangat praktis karena sekali pakai, pohon tak bisa tumbuh dengan praktis dan cepat. Butuh waktu sekitar 5-6 tahun untuk pohon dapat tumbuh tinggi. Sementara kamu bisa dengan mudah menghabiskan 2 pack tisu yang terbuat dari satu pohon begitu saja. Padahal dari satu pohon itu bisa menghasilkan oksigen bersih untuk tiga orang loh JBers.

4Tisu si Perusak Lingkungan

Membuang tisu (www.spectator.co.uk)

Kamu tahu tidak kalau tisu yang kamu gunakan itu sangat susah tergerai dalam tanah. Coba saja kamu kubur tisu yang sudah kamu gunakan dalam tanah, berapa lama tisu tersebut dapat terurai sempurna. Sama dengan plastik, tisu juga dapat mengakibatkan tanah tercemar karena tisu yang kamu buang bisa menghambat tanah memproses mineral yang terkandung di dalamnya. Tanah yang tidak dapat memproses mineral dengan baik bisa berakibat pada kurangnya produksi air tanah sehingga dampaknya kita bisa kekeringan.

Nah, kamu sudah tahu khan kenapa mulai sekarang kamu harus benar-benar menghemat penggunaan tisu. Kamu bisa mengganti pengganti penggunaan tisu dengan saputangan atau handuk kecil kok. Meski tidak sepraktis tisu, tapi secara tidak langsung kamu bisa menyelamatkan bumi kita dari kerusakan. Be smart ya JBers! (jow)