Sukarno, atau Bung Karno, tak hanya dikagumi oleh rakyatnya sendiri di Indonesia karena keberaniannya menentang segala bentuk penjajahan. Namun, Bung Karno ternyata begitu dianggap berjasa sehingga sangat dihormati dunia internasional.

Tercatat setidaknya empat kali suami dari Fatmawati ini melontarkan keinginannya kepada suatu negara yang kemudian terealisasikan dan dianggap sebagai jasa besar yang bakal dikenang sepanjang masa. Apa saja? Berikut jasa-jasa Sukarno terhadap dunia yang terus dikenang, seperti dilansir dari Okezonecom, Kamis (15/9/2016).

1. Menemukan makam Imam Bukhari

Makam Imam Bukhari (Okezone)
Makam Imam Bukhari (Okezone)

Imam Bukhari merupakan sosok penting bagi umat Islam di dunia. Beliau adalah salah satu perawi hadits paling termasyhur selain Imam Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah maupun An Nasa’i. Beliau berperan besar dalam mengisahkan jejak kehidupan Nabi Muhammad SAW. Namun, siapa sangka jika penemuan makam Imam Bukhari tak terlepas dari jasa Sukarno.

Penguasa tertinggi Uni Soviet (kini Rusia) kala itu, Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Sukarno ke Moskow pada tahun 1961. Sukarno datang, asalkan Khrushchev dapat menemukan makam Imam Bukhari. Tanpa pikir panjang, Khrushchev menyuruh pasukan elitenya untuk menemukan makam yang dimaksud Bung Karno.

Pencarian itu pun menemui jalan buntu sehingga membuat Khrushchev kalang kabut. Sementara Bung Karno tetap teguh dalam pendiriannya, di mana jika makam yang dia maksud gagal ditemukan, maka dirinya tidak mau menginjakkan kaki ke Moskow.

Soviet kala itu memang sedang membutuhkan dukungan Indonesia melawan Amerika Serikat (AS). Akhirnya, dengan segala daya dan upaya Khrushchev memerintahkan pasukannya mengumpulkan informasi dari para sesepuh beragama Islam di sekitar Samarkand. Khrushchev pun girang bukan kepalang saat makam Imam Bukhari berhasil ditemukan dalam keadaan sangat tidak terawat.

Pentolan negeri beruang merah itu kemudian memerintahkan pasukannya membersihkan dan memugar makam Imam Bukhari sehingga nampak indah. Setelah semua persiapan itu beres, Khrushchev lalu menghubungi Bung Karno. Bung Karno akhirnya memenuhi janjinya mengunjungi Moskow dan menyempatkan diri berkunjung ke Samarkand pada 12 Juni 1961.

2. Menyelamatkan Universitas Al-Azhar

Universitas Al-Azhar (Okezone)
Universitas Al-Azhar (Okezone)

Bung Karno pernah menyelamatkan Universitas Al-Azhar dari ancaman penutupan oleh Presiden Mesir kala itu, Gamal Abdel Nasser. Ancaman penutupan itu berawal ketika Nasser melihat gelagat kalangan ulama Al-Azhar yang bergabung dengan kelompok Ikhwanul Muslimin dalam rangka ‘mengusik’ kekuasaannya.

Bung Karno yang mendengar niatan Presiden Gamal lantas berkunjung ke Mesir dalam rangka kunjungan kenegaraan pada tahun 1955 sekaligus membawa misi mempertanyakan langsung niat Nasser bersikukuh ingin menutup universitas kebanggaan rakyat Mesir itu.

Setelah keduanya bertemu dan terlibat dialog, akhirnya Presiden Gamal langsung mengurungkan niatnya menutup Al-Azhar. Sejarah mencatat, hubungan kedua negara ini memang sangat ‘mesra’. Sulit agaknya bagi Gamal menolak permintaan Sukarno saat itu.

3. Merimbunkan Padang Arafah

Padang Arafah (Okezone)
Padang Arafah (Okezone)

Sukarno dianggap telah berjasa menghijaukan Padang Arafah yang sangat tandus. Penanaman pohon di Padang Arafah, Arab Saudi berawal dari ide Bung Karno agar umat Islam tidak kepanasan saat menunaikan ibadah haji.

Raja Fahd yang begitu menghormati Sukarno lantas mengabulkan permintaannya dan “menyulap” padang tandus nan gersang menjadi pepohonan hijau.

Atas jasa Bung Karno, Raja Fahd kemudian mengabadikan nama “Pohon Sukarno” untuk jejeran pohon yang hingga kini terlihat menghijaukan areal Arafah tersebut. Adapun jenis pohon yang ditanam ialah jenis mimba yang daunnya konon berkhasiat mengobati penyakit diare.

4. Membuka kembali Masjid Biru di Rusia

Masjid Biru (Okezone)
Masjid Biru (Okezone)

Keberadaan Masjid Biru yang terletak di Kota Saint Petersburg juga tak terlepas dari jasa Soekarno. Bung Karno pernah berkunjung ke masjid tersebut pada tahun 1956 silam. Pada era Uni Soviet (kini Rusia), seluruh masjid dan gereja saat itu beralih fungsi menjadi gudang. Masjid Biru ini merupakan satu-satunya masjid yang tidak ditutup.

Bung Karno kemudian meminta pada pemimpin Uni Soviet saat itu, Nikita Khrushchev, guna mengembalikan fungsi masjid itu. Sebelumnya, masjid itu difungsikan sebagai gudang untuk menyimpan obat-obatan dan senjata. (tom)