Mengabadikan setiap momen liburan adalah dambaan bagi traveler. Selain sebagai dokumentasi dan bukti, hasil foto traveling juga dapat meningkatkan eksistensi dan bahan pelengkap sosial mediamu.

Biasanya, untuk mengabadikan momen itu, traveler melakukan selfie. Tren selfie kini berkembang dan makin menjadi kegiatan wajib bagi sebagian orang. Perkembangannya pun juga merambah, mulai dari terbitnya kamera depan pada ponsel, tongsis, hingga action cam.

Tak perlu khawatir bagi kalian yang belum pernah memilikinya, karena saat ini telah ada teknologi baru yang memudahkanmu berfoto. Alat tersebut adalah dronsis, alias drone narsis yang bernama Hover Camera.

Hover Camera (YouTube)
Hover Camera (YouTube)

Ternyata dengan menggunakan Hover Camera ini jangkauan potretmu akan lebih luas dan tidak terpaku seperti menggunakan tongsis. Bukan hanya melengkapi aksi selfie-mu saja, Hover Camera ini juga bisa digunakan untuk membuat video blogging.

Untuk mendapatkan gambar yang kamu inginkan, cukup dengan pose depan dronsis dan secara otomatis kamera akan mengarah padamu. Hover Camera ini bisa menangkap semua momen-momen terbaik kita, karena dilengkapi dengan Face Recognition yang bisa mengenali wajah kita. Dengan begini maka kamu tak perlu repot-repot tarik-tarik tongsis atau menyetting smartphone kamu.

Untuk bisa menggunakan Hover Camera, seperti kebanyakan gadget lainnya, kamu diharuskan untuk menginstall aplikasinya dulu di smartphone kamu, baru kemudian kamu siap untuk berselfie ria.

Hover Camera (Petapixel)
Hover Camera (Petapixel)

Dilansir dari Engadget, Jumat (23/9/2016), Hover Camera ini dilengkapi dengan posesor Quad-Core dari Qualcomm yang berkecepatan 2,4 Ghz. Untuk ketajaman kameranya, Hover Camera dilengkapi dengan kamera 13 MP dan mampu merekam video sampai dengan resolusi 4K. Alat ini juga mampu mengambil gambar panorama 360 derajat dan kameranya bisa bergerak ke bawah dan ke atas.

Layaknya sebuah drone, Hover Camera mampu terbang tinggi maksimal 164 kaki, atau sekitar 50 meter. Sayangnya, Hover Camera tak dilengkapi GPS, jadi jika kamu kehilangan jejak alat ini, maka kamu akan sedikit kesusahan mencarinya.

Jika kamu berminat, kamu bisa membelinya seharga USD 600 atau sekitar Rp 7,9 juta. Berikut ini videonya.

(tom)