PBB menggelar sidang umum yang ke-71 di New York, Amerika Serikat, dengan tema Sustainable Development Goals (SDGs). Sidang ini dihadiri oleh berbagai pimpinan negara dan diplomat dunia, termasuk Indonesia. Para petinggi negara itu memaparkan program terbaru dari pemerintah serta tantangan yang harus dihadapi dunia dalam mencapai tujuan SDGs.

Dalam sidang yang berlangsung pada 20-25 September ini, ada satu nama yang menjadi bintang. Dia adalah Nara Masista Rakhmatia, diplomat muda asal Indonesia yang menjadi pejabat di misi tetap Indonesia untuk PBB. Nara mendapat perhatian karena berbicara tegas soal kedaulatan Indonesia di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Diberitakan ABC News, pada Sidang Umum PBB, pemimpin enam negara di Pasifik, yakni Presiden Nauru dan Presiden Kepulauan Marshall, Perdana Menteri Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu dan Tonga, menyerukan kemerdekaan Papua karena Indonesia melakukan pelanggaran hak asasi manusia di propinsi Papua dan Papua Barat.

abc.net.au
abc.net.au

Pernyataan enam kepala negara itu dibalas Indonesia sebagai bermotif politik, tidak mengerti pesoalan Papua dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Mereka menggunakan Sidang Majelis Umum PBB untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap masalah sosial dan politik di dalam negerinya.

Aksi berani Nara sontak menuai pujian di Indonesia, terlebih Nara hanyalah Diplomat Junior, bukan Duta Besar yang mewakili Kepala Negara. Lantas, semua orang pun berlomba-lomba mencari tahu, siapa sih Nara?

photobucket.com
photobucket.com

Dilansir dari GoodNews From Indonesia, Nara Masista Rakhmatia, genap berusia 34 tahun bulan Desember nanti. Diplomat muda ini merupakan lulusan Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional tahun 2002.

Sementara itu, melihat dari akun LinkedIn-nya, Nara ternyata pernah menjadi peneliti di Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution (CERIC) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies yang berada di bawah naungan FISIP UI. Selain itu, Nara juga menulis sejumlah jurnal kebijakan luar negeri seperti Intrastate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEAN in Myanmar, 2010. Hebat, ya?

radionz.co.nz
radionz.co.nz

Di Kementerian Luar Negeri, Nara ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika, dengan spesialisasi Nara Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC. Tak cukup sampai di situ, Nara pun sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York.

Melihat prestasinya ini, tidak salah jika Kemlu menunjuk Nara yang juga ambil magister di Universitas St Andrews Inggris ini menjadi juru bicara Indonesia di Forum PBB. Makin takjub sama Nara? Kamu akan lebih takjub jika melihat aksi Nara dalam video berikut ini.