Profesi disk jokey alias DJ, tengah digandrungi oleh anak muda saat ini. Membawakan musik electronic dance music (EDM) sembari memainkan peralatan DJ ini memang memiliki gengsi yang cukup tinggi. Padahal, profesi ini sudah populer sejak tahun 70an.

Seiring berkembangnya zaman, peralatan DJ pun telah mengalami banyak perkembangan. Sesungguhnya dulu tak lagi semodern sekarang, lho. Nah, kamu tahu gimana perkembangan musik ini? Berikut adalah evolusi dari alat-alat yang digunakan para DJ untuk meramaikan pesta-pesta yang perlu kamu tahu, seperti dilansir dari Brilio. Yuk simak!

Vinyl and Turntable

Turntable adalah alat yang menjadi simbol perwakilan kalangan DJ. Penggunaan dua pemutar vinyl dan mixer sudah ada sejak istilah DJ popular. Bentuk Vinyl dan Turntable yang khas dan klasik sudah muncul sejak tahun 1970-1980an. Sekarang alat ini masih menjadi ikon dunia DJ yang tetap abadi.

Musik yang diputar biasanya bergenre Hip-hop hingga classic disco. Namun dengan banyaknya jumlah DJ yang menggunakan teknik scratching, turntable menjadi terkenal sebagai salah satu bentuk instrument perkusi untuk mengiringi para rapper bernyanyi.

CDJ

Di tahun 1990an Turntable pun mulai berevolusi menjadi CDJ. Alat DJ ini mulai mengadopsi teknologi compact disc (CD) sebagai pengganti vinyl. Alat ini lebih praktis dan ringan tanpa membawa vinyl dari klub satu ke klub yang lainnya. Dari CDJ ini, para DJ bisa mengakses cue point secara cepat dan memiliki lebih dari satu cue point.

Software-software, Digital Music, MP3, Traktor, and efek-efek lainnya.

Kemajuan teknologi di dunia, sukses membuat ranah DJ pun turut berubah menjadi lebih mudah, ringan dan tentunya mudah diakses. Setelah teknologi MP3 ditemukan, para DJ pun beralih meninggalkan CD menjadi mp3. Selain bentuk musik yang menjadi lebih canggih dengan software yang ada, para DJ pun mulai menggunakan segala jenis efek untuk menambahkan variasi dan meramaikan suara musik mereka. Keren, kan?