Kalau kamu udah menonton film “Deadpool”, pasti sadar gaya penceritaan karakter ini cukup khas dan agak beda dengan karakter Marvel lainnya. Deadpool yang banyak mulut ini sering kali mengoceh menghadap ke arah kita. Seakan-akan, karakter fiksi ini sedang berinteraksi dengan kita, figur yang ada di dunia nyata. Gaya penceritaan seperti itu yang kemudian disebut sebagai mendobrak dinding keempat (breaking the fourth wall). Bukan cuma “Deadpool”, sebelumnya juga tak sedikit film-film yang menggunakan konsep serupa.

Lalu, apa sebenarnya makna dari menembus dinding keempat ini? Dalam dunia komik, ‘Breaking the fourth Wall’ alias ‘Comic Awareness’ alias ‘Medium Awareness’ adalah sebuah kemampuan yang membuat pemiliknya sadar akan eksistensi atau keberadaannya dalam dunia fiksi. Akibatnya, sang tokoh fiksi mampu berinteraksi dengan pembaca bahkan penulis komik itu sendiri.

Comical Awareness (Marvel Database)
Comical Awareness (Marvel Database)

Dalam dunia sandiwara panggung, dinding keempat adalah dinding yang memisahkan antara penonton dengan pemain sandiwara, selain tentunya dibatasi oleh 3 dinding lainnya yang berada di kiri, kanan, dan belakang. Jadi jika seorang pemain film dapat berinteraksi dengan penonton secara langsung, maka pemain tersebut telah menembus dinding keempat.

Dilansir jadiBerita dari berbagai sumber, sebagai bidang kesenian yang muncul di era modern, film banyak memasukkan elemen-elemen dari bidang kesenian lain, misalnya seni fotografi, musik, ataupun seni pertunjukan teater. Nah, konsep dinding keempat ini berasal dari bidang seni yang terakhir.

Dalam pertunjukan teater, jika kamu menjadi salah satu pemain teater, banyak kata penyemangat yang dilontarkan rekanmu supaya tidak gugup, pasti salah satunya ada yang berkata, â??Sudah tenang saja. Anggap saja di depanmu itu tidak ada orang.â? Kata-kata rekanmu itu mengandung esensi dari dinding keempat. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Denis Diderot, penulis dan kritikus asal Prancis yang pertama kali merumuskan gaya ini.

â??Sewaktu Anda menulis atau berakting, pikirkan bahwa para penonton seolah-olah tidak pernah ada. Bayangkan ada tembok besar membentang di depan panggung, memisahkan antara Anda dengan penonton, dan berlakulah seolah-olah tirai penutup tidak pernah diangkat. â?

Dalam pentas teater, panggung biasanya dibatasi oleh tiga sisi dinding yaitu, sisi kiri, kanan, dan belakang. Dinding keempat adalah istilah untuk menyebut dinding imajiner yang membatasi antara penampil dengan penonton.

Mengenal Apa itu Yang Namanya Breaking the Fourth Wall di Dalam Film

Ketika diterapkan dalam film, yang jadi dinding imajiner antara antara aktor dengan penonton adalah lensa kamera. Karena itu cara paling mudah untuk mengenali suatu film sedang menerapkan breaking the fourth wall adalah dengan memperhatikan arah pandangan mata pemerannya.

Jika ia memandang lurus ke depan ke arah kamera, berhadapan mata dengan kita, berarti ada penetrasi terhadap dinding keempat di situ. Akan semakin jelas, jika si pemeran tersebut bertanya, menyampaikan sesuatu, atau setidaknya menunjukan ekspresi tertentu.

Pemain berinteraksi dengan penonton (Vignette 2 Wikia)
Pemain berinteraksi dengan penonton (Vignette 2 Wikia)

Cara lain untuk menembus dinding keempat ini adalah dengan memparodikan film itu sendiri. Si pemeran sadar bahwa ia ada dalam film atau hanya berakting untuk film. Dalam cuplikan film “Spaceballs” ini, ketika mereka memasukkan kaset video “Spaceballs”, mereka mendapati diri mereka ada di layar monitor.

Kita juga bisa menjumpai gaya seperti ini dalam film-film Indonesia. Yang cukup konsisten melakukannya adalah Garin Nugroho. Film-film Garin Nugroho, termasuk film terbarunya “Aach…Aku Jatuh Cinta”, sering menyelipkan adegan yang menembus dinding keempat. Hanya saja kamu harus jeli memperhatikan, karena adegan itu biasanya diselipkan dengan rapi.

Selain film yang sudah disebutkan di atas, berikut adalah beberapa film yang menggunakan gaya penceritaan menembus dinding keempat.

  • The Wolf of Wall Street
  • Annie Hall
  • Funny Games
  • American Psycho
  • Fight Club
  • Ferris Buellerâ??s Day Off
  • High Fidelity
  • Kiss Kiss Bang Bang
  • Psycho

Karena sudah banyak digunakan dalam film, bukan tidak mungkin kalau konsep seperti ini akan digunakan lebih banyak lagi dalam film yang rilis di masa depan. (tom)