Tentunya setiap orang ingin hidup di suatu kota yang biaya hidupnya rendah, sehingga mereka hidup layak. Meski demikian, tak semua tempat memiliki biaya hidup rendah, termasuk juga di Indonesia. Hasil survey Badan Pusat Statistik tentang biaya hidup di kota-kota di Indonesia menunjukkan beberapa kota dengan biaya hidup paling mahal. Bahkan upah minimum tertinggi di Indonesia sekalipun tidak cukup untuk bisa hidup layak di kota-kota mahal ini. Kota apa saja? Berikut 5 kotanya.

1Surabaya

Surabaya (Ohfact)

Perekonomian Surabaya tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. 2014 silam pendapatan per kapita masyarakat mencapai 84 juta/kapita setiap tahun. Wajar jika kondisi tersebut tercermin pada Survey Biaya Hidup yang dirilis BPS. Menurut survey tersebut, biaya hidup layak di Surabaya mencapai Rp 6 juta per bulan. Adapun upah minimum kota dipatok sebesar Rp 3 juta.

2Depok

Masjid Kubah Emas di Depok (UI)

Pertumbuhan ekonomi Depok banyak dipengaruhi keberadaan kelas menengah yang bekerja di ibukota. Menurut temuan BPS, biaya hidup rata-rata penduduk kota berkisar Rp 6,3 juta. Bandingkan dengan Upah Minimum Kota yang dipatok sebesar Rp 3 juta per bulan.

3Ternate

Ternate (Wikipedia)

BPS menaksir sekitar 35% biaya hidup bulanan digunakan untuk membeli makanan. Sementara sisanya terbagi antara biaya transportasi, rumah, pendidikan dan pengeluaran lain. Ternate mendarat di posisi ketiga kota termahal Indonesia. Kota di kaki gunung Gamalama itu baru saja menaikkan upah minimum menjadi Rp 1,9 juta Rupiah. Padahal menurut BPS, biaya hidup bulanan di Ternate sebesar Rp 6,4 juta.

4Jayapura

Jayapura (Wonderful Indonesia)

Lantaran kelangkaan infrastruktur dan mahalnya biaya transportasi, kota-kota di timur Indonesia banyak mengisi daftar 10 besar kota termahal di tanah air. Jayapura adalah salah satunya. Dibutuhkan pendapatan bulanan sebesar Rp 6,9 juta buat setiap penduduk untuk bisa hidup layak di ibukota provinsi Papua ini.

5Jakarta

Jakarta (Thousandwonders)

Untuk peringkat pertama, jelas ibukota Indonesia, Jakarta-lah yang pantas menempatinya. Menurut BPS, untuk bisa hidup layak di Jakarta, dibutuhkan biaya sebesar Rp 7,5 juta per bulan. Padahal, UMK untuk Jakarta sekarang ini baru sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 jutaan. (tom)