Seorang gitaris tentu meski mengedepankan kualitas untuk gitar yang akan dipakainya. Indonesia patut berbangga karena gitar produksinya telah sukses membuat musisi dunia terpana. Kualitas tak kalah dengan merek ternama seperti Gibson, Fender, atau Ibanez.

Sidoarjo adalah kota penghasil gitar yang kini jadi primadona di Amerika Serikat ini. Dilansir dari GoodNews From Indonesia, Konsulat Jenderal RI di Los Angeles Umar Hadi mengungkapkan, gitar buatan Indonesia telah merebut 12% pangsa pasar gitar impor di AS, dengan nilai sekitar US$20 Juta! Sudah dipastikan jika Gitar listrik produksi Indonesia ini berpotensi besar untuk bersaing di pasar alat-alat musik Amerika Serikat.

Stephallen adalah satu dari banyak merek gitar asli Sidoarjo yang diakui keandalannya. Gitaris papan atas seperti I Wayan Balawan, Dewa Budjana dan Tohpati kerap memakai Stephallen pada setiap penampilannya. Tak hanya musisi top dalam negeri, Gitaris asal Inggris Rob McNay mengakui bahwa Stephallen adalah gitar yang andal.  Bahkan, Brian May dari grup rock musik legendaris Queen mau memakai dan mempromosikan gitar ini. Hebat kan?

Twitter
Twitter

Tak cukup sampai di situ, Chuck Wilson, musisi blues, sangat terkesan dengan gitar buatan Sidoarjo. â??Gitar dari Sidoarjo, Indonesia luar biasa suaranya,â? kata Chuck Wilson dilansir dari Viva.

Alex Cole, gitaris rock profesional peraih Akademia Music Award kategori Best Hard Rock Ep bulan December 2015 lalu, yang hadir dan tampil membawakan sebuah lagu pada kesempatan tersebut juga mengakui kualitas suara gitar buatan Indonesia. â??Amazing,â? ujarnya sambil mengacungkan jempol.


Ekspor peralatan musik buatan Indonesia ke Amerika Serikat berpotensi besar. Dilansir dari Viva News, nilai ekspor Indonesia terkait peralatan musik terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahun.

Data Bureau of Census US Department of Commerce mencatatkan nilai US$ 158,8 juta pada tahun 2014, atau meningkat 5% dari tahun sebelumnya. Khusus untuk gitar, naik sekitar 15,6% dari tahun sebelumnya.

Pelabuhan Los Angeles adalah pintu gerbang produk-produk Indonesia ke Amerika Serikat, dengan nilai lebih dari US$ 7 milyar setiap tahunnya, ungkap Konsul Muda Penerangan dan Diplomasi Publik KJRI Los Angeles, Benny K. Rahman.

Wah, bangga kan JBers?