Sinetron, Band Alay, dan Yang Lebih “Meng-4LaY” Lagi
Beberapa tahun lalu, saya masih suka mengkritik sinetron atau lagu-lagu band genre melayu yang konon “alay”. Sinetron yang sepertinya disukai oleh hampir semua keluarga di pelosok negeri, terutama di desa-desa, saya anggap sebagai potret “sangat berlebihan” atas kehidupan (sok) glamor. Belum lagi akting para pemainnya yang (maaf) seperti boneka kayu: kaku dan agak lebay. Durasi [...]
