Ali Adrian, ‘The Next Rossi Indonesia’ yang Siap Melaju di MotoGP

Dunia balap Indonesia yang mendunia tak hanya Rio Haryanto, kini ada Ali Adrian sebagai pebalap motor yang siap membanggakan Indonesia di kancah internasional. Rider muda ini menjadi perbincangan usai berada di bawah asuhan David Garcia. Seperti diketahui, David Gracia merupakan pengamat balap asal Spanyol yang juga merupakan mentor dan manajer juara dunia Moto2 2014 sekaligus rider Estrella Galicia 0.0 Marc VDS Honda MotoGP, Tito Rabat.

Menariknya, Ali Adrian sudah berkarir di Eropa sejak 2012. Berkat capainnya ini, ia dijuluki The Next Valentino Rossi dari Indonesia. Pasalnya, julukan itu didapatkannya saat ia balapan di Eropa. Melansir dari Jawa Pos, Ali berkata julukan itu berasal dari sebuah media asal Jerman menyebut bahwa gayanya mirip Valentino Rossi.

“Jadi pas itu mereka langsung minta izin ke saya. Ya gak bisa menolak lah, apalagi, Rossi idola semua pembalap kan,” ucap dia.

Selain itu, ternyata banyak hal menarik dari pebalap tampan ini. Dirangkum JadiBerita dari berbagai sumber, berikut ini fakta menarik Ali Adrian.

1. Lahir dari orang tua pebalap.

Ditulis Indosport, Ali ternyata lahir dari orangtua yang sangat dekat dunia balap. Ayahnya, Erin Rusmiputro, mempunyai hobi motocross. Sementara itu, sang ibu, Ina Noor merupakan seorang pebalap rally country di Copenhagen, Denmark.

2. Pertama Naik Motor Pada Usia 3 Tahun.

bola.net

“Saya pertama kali naik motor pada usia tiga tahun, setelah mendapatkan hadiah Yamaha PeeWee 50cc sebagai kado,” ujar seperti ditulis Bola.net.

Adrian mengaku kerap mengendarai motor itu setiap pulang sekolah. Ketika jalanan di depan rumahnya mulai ramai, sang ayah membuat sirkuit mini dengan beberapa gundukan kecil di tanah kosong di dekat rumahnya. Sejak itu pula, Adrian lebih serius belajar mengendarai motor.

3. Serius menekuni balap di usia 12 tahun.

Setelah akrab dengan dunia balap, ia pun berkomitmen untuk menjadi pebalap motor profesional sejak usia 12 tahun. Ia pun mulai unjuk aksi dengan turun di kejuaraan-kejuaraan nasional underbone. Baru pada tahun 2011 ia sukses menjadi juara nasional Indonesia Motorsport Championship 250cc pada tahun 2011. Dari situlah ia mulai dilirik oleh pemandu bakat Eropa.

4. Bertemu David Gracia di tahun 2012.

Feliz fin de semana a partir de 3 mosqueteros ?? // Selamat berakhir pekan… #RaiseTheBar #SEMERU

A post shared by Ali Adrian Rusmiputro (@aliadrianid) on

Tahun 2012, saat itu ia tengah menjalani uji coba Superstock bersama Suzuki di Almeria, dari situlah ia berkenalan dengan David. Ia pun menjalani latihan selama beberapa hari di sirkuitnya. Barulah pada hari kelima, David menyodorkan kontrak kepadanya. Menurutnya, Adrian punya talenta spesial dan semangat tinggi.

Ini adalah impian jadi nyata, karena sejak 2010, saya ingin pergi ke Spanyol, berlatih di sana dan turun balapan di Moto2. Saya pun langsung memberikan tanda tangan karena ini impian saya. Ada tiga syarat yang tidak David tuliskan, yakni saya harus tinggal di Spanyol, berlatih setiap hari dan mengikuti semua sarannya,” ungkapnya seperti dilansir dari Bola.net.

5. Bertekad melenggang di MotoGP 5 tahun lagi.

Im in the #league of my own #3MinChallenge #SEMERU

A post shared by Ali Adrian Rusmiputro (@aliadrianid) on

Sebagai pebalap, ia bertekad tampil di ajang MotoGP lima tahun lagi. Demi mencapai kelas tertinggi ajang balap motor tersebut, Adrian akan tampil terlebih dahulu di kompetisi Supersport 300.

Menurutnya langkah ini tepat untuk berkompetisi dengan pebalap internasional sebagai salah satu langkah menuju MotoGP. Di ajang Supersport 300 yang baru pertama kali di gelar pada 2017, Adrian akan menggunakan motor Yamaha YZF-R3. Rencananya Adrian mengikuti sembilan seri yang dimulai di Aragon, Spanyol dan berakhir di Losail, Qatar. Sukses selalu Adrian!

loading...

Jadi Berita Lain Dari Penulis

Comments

Loading...