Mengenal Hiroaki Kato, Cowok Jepang yang Jadi Artis di Indonesia


Indonesia semakin dikenal negara-negara lain. Salah satu faktor yang menjadikan Indonesia dikenal dunia adalah keindahan alamnya. Keindahan alam Indonesia banyak membuat orang-orang luar Indonesia jatuh hati. Salah satunya adalah warga Jepang bernama Hiroaki Kato, yang justru berkarier di Indonesia dibandingkan negaranya sendiri.

Daripada berkarier di Jepang, Hiroaki Kato alias Hiro memutuskan mencari peruntungan di Indonesia sebagai seorang pemandu acara program jalan-jalan di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Dia juga memuji kepribadian orang Indonesia dan keindahan alamnya. Lalu, bagaimana kisahnya sehingga dia memutuskan untuk menjadi artis di Indonesia? Berikut kisahnya, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber

Hiroaki Kato (Wikimedia)

Sosok yang sudah berkarier di dunia musik sejak 2005 ini, mengaku tertarik belajar bahasa Indonesia karena jatuh cinta dengan karya-karya sastrawan Tanah Air, termasuk Pramoedya Ananta Toer. Saat itu, seorang dosen Sastra Indonesia membacakannya buku “Bumi Manusia”. Akhirnya, ia bertekad untuk mempelajari Bahasa Indonesia.

Kontan saja ketika ada kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta pada 2006, Hiro langsung mengambilnya. Jiwa nasionalis Hiro serta kecintaannya terhadap Indonesia semakin bertambah ketika dirinya berkunjung ke Yogyakarta.

Pria asal Jepang  yang menyukai batik dan gamelan ini, sangat menyukai keramahan orang-orang Indonesia, sehingga Hiroaki Kato merasa sangat nyaman berada di Indonesia. Lama di Tanah Air, membuat Hiro fasih berbicara dalam bahasa Indonesia. Ia juga kerap menggunakan pakaian dengan corak batik dan sering mendengarkan lagu Letto berjudul “Sampai Nanti, Sampai Mati”.

Hiroaki Kato (Viva)

Pada suatu kesempatan di Yogyakarta, Hiro berkenalan dengan Noe, vokalis Letto. Hingga akhirnya, ia jadi sering nongkrong di studio latihan Letto. Bahkan, Hiro juga kerap menerjemahkan lagu-lagu Letto ke dalam bahasa Jepang, termasuk “Ruang Rindu”.

Hiro juga sempat mengeluarkan mini album berjudul “Terima Kasih” pada 2010. Ia juga tengah berencana mengeluarkan mini album kedua dan full album. Dalam album-album itu, Hiro akan menciptakan lagu dalam bahasa Indonesia sambil memasukkan unsur musik tradisional ke dalamnya.

Selain lagu-lagu milik Letto, Hiro juga telah menerjemahkan tembang “Laskar Pelangi” yang dipopulerkan oleh Nidji. Setelah kembali dari pertukaran pelajar, Hiro kerap membawakan beberapa lagu Indonesia dalam penampilannya di kafe-kafe Jepang termasuk wilayah Shibuya dan Harajuku. Menurutnya, warga Jepang kini sudah mulai menyukai lagu-lagu pop Indonesia.

Hiroaki Kato (Animepo)

“Masyarakat Jepang semakin berminat dengan musik Indonesia. Kalau saya membawakan lagu-lagu Indonesia di Jepang, sekarang sudah mulai banyak penonton yang ikut bernyanyi. Sekarang juga sudah bertambah orang Jepang yang belajar tentang Indonesia,” ujarnya.

Hiro kini telah menjadi lulusan S2 Linguistik di Tokyo University of Foreign Study. Ia juga kerap menjadi dosen Bahasa Indonesia di Sophia University dan Oberin University yang berlokasi Jepang.

Di Indonesia juga sudah mulai banyak yang mengenal Hiro karena sering tampil di acara-acara komunitas pecinta Jepang, baik sebagai MC atau pun sebagai salah satu pengisi acara. Sukses terus untuk Hiro. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
90
Love
OMG OMG
80
OMG
Yaelah Yaelah
10
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
100
Keren Nih
Ngakak Ngakak
30
Ngakak