Penipu-Pemeras Pulsa â??Berkedok mengadakan lombaâ?


 

Kemarin, Rabu, 17 Januari 2012, saya menemukan penipuan bermotif klasik, yaitu pemerasan pulsa, namun dengan â??topengâ? berbeda. Kalau biasanya kita sering menemukan penipuan semacam ini lewat SMS-SMS dari nomor tak dikenal yang isinya seperti â??Tolong isiin Mama pulsa di nomor ini, Mama lagi di kantor polisiâ?, atau â??Ma, minta pulsa ke nomor 08xxxxxxxxxx, penting!â?, dan yang semacam itu, yang saya temukan ini berbeda, bukan dari HP ke HP, melainkan via media sosial, yakni Facebook. Begini ceritanya.

Seperti sudah kita ketahui, sekarang ini brand-brand dari berbagai komoditas ramai-ramai membuka akun fanpage di Facebook sebagai media baru pemasaran produk mereka. Dan hampir semua melakukan strategi yang sama, yaitu dengan menggelar berbagai kuis dan lomba. Nah, ada salah satu brand telepon seluler menggelar kontes, dan saya mengikutinya. Kontes itu berupa pemasangan foto diri kita pada bingkai berbentuk tertentu, jadi yang dinilai adalah kecocokan dan keunikan posisi foto tersebut. Hadiah yang disediakan tentu saja adalah tipe handphone tertentu dari merek tersebut.

Kontes tersebut berakhir tanggal 12 Januari 2012, dan admin menjanjikan akan mengumumkan hasilnya pada tanggal 16 Januari 2012. Namun apa lacur, sampai sore hari tanggal 16 Januari tersebut, pengumuman pemenang belum juga dirilis! Para peserta mulai ramai bertanya-tanya di wall fanpage tersebut. Bahkan, ada yang sampai mengatakan admin tidak becus dan ada juga yang menduga bahwa lomba itu hanya akal-akalan dan penipuan supaya handphone merek itu laku.

Barulah pada jam 11 malam, admin mengumumkan bahwa yang mengikuti lomba mencapai jumlah lebih dari 5.000 peserta, sehingga admin meminta maaf karena terpaksa harus mengundurkan waktu pengumuman. Tapi admin sendiri tidak memberi kepastian kapan tepatnya, juga sama sekali tidak memberi petunjuk siapa-siapa saja yang masuk nominasi, misalnya 100 besar atau 25 besar dan sebagainya. Admin pun sejak awal kontes tidak pernah menyiratkan kriteria spesifik pemilihan foto terbaik itu berdasarkan apa.

Tiba-tiba kemarin, kira-kira jam 12 siang, di wall fanpage muncul tulisan dari orang tertentu (dengan nama akun samaran yang sama sekali bukan nama orang dan dengan foto profil yang diambil dari foto artis tertentu) yang mengaku tahu siapa-siapa saja peserta yang masuk sebagai 25 besar! Tentu saja, banyak komentar menanggapi. Ada yang tidak percaya lalu mengecam si penulis. Ada yang menanyakan siapa orang itu sebenarnya, dalam kaitannya dengan admin dan brand produk tersebut. Tapi ada juga yang membela dan mempercayainya. Tampaknya, si penulis â??tegarâ? juga. Ia kembali mem-post tulisan senada 2 atau 3 kali lagi.

Dan tiap kali tambah berani dan provokatif, dibumbui kata-kata pancingan agar orang penasaran. Reaksi orang-orang masih sama. Dan kemudian si penulis pun mulai ikut merespon. Nah, di sinilah perhatian saya mulai tertarik, sebab ia merespon dengan menyuruh orang-orang yang bertanya-tanya penasaran agar mengirim pesan ke kotak message inbox-nya, dan setelah itu, pada kira-kira jam 8 malam, ia menulis nama-nama yang ?menurutnya? adalah peserta yang berada di urutan 11 sampai 25, dan kemudian, saat orang-orang menanyakan siapa-siapa saja yang masuk urutan 1 sampai 10, dia terang-terangan menjawab di kotak comment itu juga dengan kata-kata yang kira-kira begini: â??kirimin pulsa dulu dongâ?! Dari interaksi yang terjadi antara si penulis itu dengan orang-orang lain tersebut, saya menyimpulkan, mungkin waktu dia menyuruh orang-orang agar meneruskan percakapan dengannya di kotak message, dia sudah meminta pulsa dari mereka saat itu. Dan sangat mungkin ia berhasil mendapatkannya dari beberapa di antara mereka, terbukti dari komentar beberapa orang yang mengimplikasikan bahwa mereka sudah menyetor pulsa tersebut! Itu sebabnya setelah beberapa jam ia menuliskan pula nominator 11 ? 25 versinya itu.

Di benak saya terbayang sebuah pola atau modus. Keluarnya nama-nama tersebut (yang hampir pasti adalah bisa-bisanya si penulis saja) adalah pancingan. Oknum tersebut sengaja memberi kesan bahwa ia menepati janji setelah para â??klienâ?nya mengirim pulsa, maksudnya agar orang-orang itu semakin penasaran, serta orang-orang lain yang belum mengirim pulsa pun akan ikut penasaran pula. Dengan begitu, ia bisa memanfaatkannya dengan meminta pulsa dalam nominal yang lebih besar daripada sebelumnya manakala ia hendak merilis daftar urutan 11 ? 25.

Buat saya, hal ini lucu sekali! Apa saya saja yang terlalu curiga tidak pada tempatnya dan suâ??udzon? Atau apakah saya yang benar, artinya orang itu memang benar-benar penipu dan pemeras pulsa yang bertopengkan gaya baru? Kalau betul begitu, alangkah anehnya melihat begitu mudahnya orang-orang terperangkap, cepat sekali memakan umpan sang penipu! Dan yang ironis, bisa dikatakan hampir seluruh peserta lomba itu berasal dari golongan usia muda yang berintelektual dan berpendidikan memadai!


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
30
Love
OMG OMG
20
OMG
Yaelah Yaelah
50
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
40
Keren Nih
Ngakak Ngakak
70
Ngakak