Belajar Berjiwa Besar, Ini 5 Cara Akui Kesalahan Tanpa Harus Jaga Gengsi

lecturer

Ada pepatah yang mengatakan kalau manusia itu tak pernah luput dari kesalahan. Baik itu di sekolah, kampus, rumah, hingga lingkungan pekerjaan, kamu pasti pernah melakukan kesalahan. Entah yang tak disengaja, maupun yang tak terduga. Kebayakan orang akan mengelak dan tidak mau menerima kesalahan yang mereka perbuat. Ada yang memilih untuk mengingkarinya, menghindarinya, hingga melarikan diri dari kesalahan yang telah mereka perbuat. Tapi tahukah kamu kalau tidak mau mengakui kesalahan itu bisa berdampak negatif dalam kehidupanmu. Bisa jadi kamu akan dihantui perasaan bersalah dan rasa menyesal karena kamu tak bisa mengakui kesalahanmu. Mengakui kesalahan memang tak semudah yang dikatakan. Butuh keberanian dan sikap dewasa yang harus kamu persiapkan. JadiBerita kali ini punya lima cara akui kesalahan tanpa harus jaga gengsi. Yuk lihat caranya!

1. Segera Akui Kesalahan Setelah Kamu Menyadarinya

Girl with glasses
Cepat mengakui kesalahan (dailymail.co.uk)

Saat kamu menyadari kalau kamu baru saja melakukan kesalahan, segera akui saat itu juga dan jangan menunda-nunda. Sekecil apapun kesalahan yang kamu lakukan akan lebih baik jika kamu langsung mengakuinya karena kesalahan kecil yang dibiarkan berlarut-larut justru bisa berdampak menjadi masalah besar. Kamu tentunya tak ingin hal itu terjadi bukan? Semakin cepat kamu mengakui kesalahan, maka kerugian atau dampak negatif yang diakibatkan akan semakin minim.

2. Berkata Jujur dan Jangan Berbohong

shutterstock 208422298bann
Berkata juju (dailymail.co.uk)

Akui kesalahan dengan berkata jujur apa adanya dan jangan sekali-kali berbohong dengan menambahkan bumbu-bumbu dalam pengakuanmu. Ingat, jika kamu berbohong meski hanya sedikit saja, suatu saat kebohongan itu pasti akan terungkap. Kalau kamu sudah ketahuan bohong, maka kesalahan yang kamu akui akan sia-sia. Bayangkan saja rasa malu yang harus kamu tanggung saat kamu ketauan berbohong. Jadi akui kesalahanmu dengan jujur ya!

3. Bertanggung Jawab

54feb23855a37 ghk introducing friends xl
Bertanggung jawab (photobucket.com)

Setelah mengakui kesalahan dengan jujur, tentunya kamu juga harus bertanggung jawab atas kesalahan yang telah kamu perbuat. Jangan lepas tangan atau tidak mau tahu. Sebaiknya, sebelum kamu mengakui kesalahan, kamu sudah terlebih dahulu memikirkan bagaimana penyelesaian masalah yang diakibatkan karena kesalahanmu. Jika tak bisa mencaritahu jalan penyelesaiannya, kamu bisa bertanya pada teman atau orang lain setelah kamu mengakui kesalahanmu.

4. Jangan Seret Orang Lain

635928836931917118 ThinkstockPhotos 167168170
Jangan menyalahkan orang lain (photobucket.com)

Ingat ya JBers, saat kamu mengakui kesalahan, jangan sekali-kali kamu menyeret-nyeret nama orang lain atau menyalahkan orang lain atas apa yang telah kamu perbuat. Menyeret atau menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah dan justru akan membuat keadaanmu jadi lebih rumit. Kamu juga akan terlihat sebagai orang yang suka lari dari tanggung jawab dan orang yang gegabah. Meski kesalahan yang kamu perbuat adalah efek dari orang lain, tapi tetap saja kesalahanmu itu adalah bentuk keputusan dari perbuatan yang telah kamu ambil.

5. Terima Konsekuensi dengan Lapang Dada

mistake1 large trans NvBQzQNjv4BqA7N2CxnJWnYI3tCbVBgu9XlS6YSfQWFkft4A8pSEFYM
Menerima konsekuensi (dailymail.co.uk)

Saat kamu memutuskan untuk mengakui kesalahan, itu tandanya kamu sudah siap untuk menerima konsekuensi yang akan kamu hadapi. Apapun yang akan terjadi nanti, kamu harus menerimanya dengan lapang dada. Bukan hal mustahil jika nantinya kamu akan jadi bahan pembicaraan teman, keluarga, atau rekan kerjamu. Anggap saja apa yang terjadi padamu merupakan proses pendewasaan. Semua manusia pasti melakukan kesalahan, hanya saja, bagaimana kamu mau mengakui dan mau bertanggung jawab atas kesalahan yang telah  kamu perbuat.

Berani mengakui kesalahan, itu tandanya kamu sudah berjiwa besar, bertanggung jawab, dan sudah bersikap dewasa. Jadi, jangan gengsi untuk akui kesalahanmu ya JBers! (jow)


Written by Merna Arini

Buka jendela ilmu dengan membaca.