Masih SD, Bocah Asal Sidoarjo Ini Sudah Jadi DJ


Usianya belum genap 12 tahun dan masih duduk di bangku kelas VI SDN Sidokare 2 Sidoarjo. Namun, prestasinya di dunia musik, terutama disc jockey (DJ), patut diapresiasi.

Sebagai DJ cilik, Evans sudah kerap diundang tampil ke mana-mana. Bahkan, pemilik nama panggung DJ Maliq Thedeejaykids itu pernah tampil 90 menit nonstop.

Sejak kecil Maliq memang akrab dengan electronic dance music (EDM). Maklum, ayahnya, Achox Rizaal, dan ibunya, Tri Puranti, juga menjadi DJ profesional. Saat Maliq mulai menunjukkan minatnya pada dunia DJ, barulah mereka berdua sepakat untuk mendidik Maliq secara serius.

Achox bercerita, sejak kecil Maliq kerap terlihat mengintip saat dirinya dan istri sedang berlatih di studio miliknya di Perumahan Gading Fajar 2, Sepande. Namun, kala itu mereka tidak menggubrisnya.

Tiba-tiba, ketika baru pulang dari acara di Surabaya, mereka mendengar suara musik keras yang muncul dari studio. Achox dan istri penasaran. Dibukalah pelan-pelan pintu studio tersebut. Ternyata Maliq sedang asyik bermain-main dengan beberapa peralatan.

Kedatangan ayah dan ibunya itu membuat Maliq kaget. Mungkin dia takut dimarahi. Maliq pun segera mematikan musik, lalu menunduk. â??â??Lho nggak apa-apa lanjutkan, nggak usah malu,â??â?? ucap Achox kepada Maliq saat itu. Bahkan, Achox langsung menawari Maliq untuk belajar DJ secara serius. Ternyata Maliq yang baru duduk di bangku kelas IV SD tersebut mengangguk.

â??â??Mulai saat itu, hari-harinya sering diisi dengan latihan DJ,â??â?? ungkap Achox seperti dikutip dari Jawaposcom, Senin (6/3/2017). Meski begitu, sekolah menjadi prioritas. Latihan DJ hanya boleh dilakukan di luar jam sekolah dan jam belajar.

Selama 5 bulan pertama, bocah kelahiran Surabaya, 18 April 2005, itu mengenali jenis-jenis ketukan dalam musik. Setelah itu, belajar menyesuaikan ketukan antara lagu satu dan lagu lain. Dengan begitu, proses mixed dan perpindahan antarlagu bisa lebih soft. Setelah cukup matang, baru Maliq belajar genre-genre musik dalam EDM.

â??â??Saat itu dia langsung suka genre twerk dan elektro, pakainya alat CDJ jenis console,â??â?? terang Achox.

Dari waktu ke waktu, kemampuan Maliq mengidentifikasi genre musik semakin matang. â??â??Cara identifikasinya bisa dengan mendengar temponya, juga elemen musiknya, seperti suara yang dihasilkan drum atau bass,â??â?? ujar Maliq.

Maliq sempat merasa kesulitan. Namun, dia terbantu dengan sering mendengar beragam aliran musik dari YouTube atau games yang kerap dimainkan. â??â??Gara-gara suka nge-game juga jadinya suka jenis musik yang ada di games. Biasanya bergenre bass house atau dubstep,â??â?? ujar anak pertama di antara dua bersaudara itu.

Karena ketertarikannya terhadap genre dubstep itu, Maliq mengidolakan DJ dan produser EDM asal Amerika, DJ Skrillex. â??â??Sekarang suka lagu Alan Walker yang judulnya Alone dan Faded. Juga, Marshmello yang judulnya Alone dan Donâ??t Let Me Down,â??â?? ungkapnya. Saat diundang tampil pun, lagu yang dia bawakan seputar lagu-lagu dari DJ favoritnya tersebut.

Meskipun masih cilik, Maliq juga sering diminta untuk sharing pengetahuan tentang dunia DJ dan musik EDM. Termasuk di sekolah sendiri. Saat acara perpisahan, dia diminta presentasi di hadapan rekan-rekan dan para wali murid. Bersama Persatuan Disc Jockey Indonesia (PDJI) Jawa Timur dan komunitas Save Street Child Sidoarjo, Maliq juga pernah berbagi pengalaman kepada anak jalanan. â??â??Ngasih tahu mereka cara bermain DJ,â??â?? ujarnya.

Hingga kini, Maliq terus berlatih keras untuk meningkatkan levelnya di dunia DJ. Dia sedang mengasah kemampuannya untuk menyelaraskan musik yang berbeda genre. Misalnya, musik bergenre elektro dengan trap. Tak ketinggalan, teknis scratch atau pengulangan nada dengan menggesek maju atau mundur vinyl (piringan). Maliq pun sudah mulai mempersiapkan lagu yang dibuatnya sendiri.

Berikut ini video aksi dari Maliq.

(tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak