Patut Ditiru, Cara Inspiratif Orang Amerika Cegah Perpecahan Pasca Pemilu

Pilkada DKI Jakarta sudah berakhir kemarin. Dari hasil hitung cepat atau quick count, pasangan calon no.3, yaitu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang akan menggantikan posisi Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sebagai gubernur dan wakil gubernur untuk 5 tahun ke depan. Layaknya Pilpres lalu, ada pihak yang menerima dan ada juga pihak yang tidak menerima, dan dikhawatirkan akan muncul perpecahan. Untuk mencegah perpecahan pasca Pemilu, atau dalam hal ini Pilkada, kita patut meniru cara orang-orang Amerika yang berusaha untuk bisa tetap memelihara kebersamaan setelah Pemilu yang mereka adakan tahun lalu. Berikut ini cara-caranya yang inspiratif, seperti dilansir dari Bustle, Kamis (20/4/2017).

1. Pidato menyejukkan Hillary Clinton untuk wanita muda

Dalam pidato setelah kalah dari Donald Trump, atau istilahnya concession speech, Hillary Clinton berpesan untuk para wanita untuk muda terus mengejar mimpinya. “Kepada para wanita muda, jangan pernah meragukan dirimu sendiri, karena dirimu berharga, kuat, dan memiliki kesempatan untuk mengejar mimpimu,” katanya.

2. Kata-kata inspiratif Ellen DeGeneres

Ellen DeGeneres, yang merupakan presenter dari acara “The Ellen DeGeneres Show”, sebuah acara talkshow terkenal di AS, mengucapkan kata-kata inspiratif untuk para penontonnya. “Tugasku adalah untuk menghibur semua orang. Dan aku akan terus melakukan tugasku sampai kapan pun, karena aku cinta kalian semua,” katanya. Dari situ bisa disimpulkan bahwa Ellen tak memilih-milih orang dalam bersosial.

3. Kata-kata penyemangat di kampus

Sebuah kampus di Amerika Serikat menempelkan beberapa kertas yang berisikan kata-kata penyemangat untuk para mahasiswa kampus tersebut, yang multi rasial. Kata-kata di kertas itu menyebutkan bahwa ras-ras tertentu tak seperti yang diberitakan media, dan mereka tetap seorang manusia.

4. Gerakan Accompany My Neighbor

Kayla Santosuosso, Deputi Direktur Arab American Association of New York, membuat formulir untuk warga New York yang bersedia untuk turut menemani dan melindungi warga lain, terutama tetangganya, yang termasuk minoritas di New York, seperti Muslim, kaum LGBT, dan orang dari ras lain. “Formulir ini adalah untuk warga New York yang bersedia untuk melindungi dan selalu bersama warga minoritas sebagai respon kejadian pelecehan wanita Muslim yang terjadi beberapa waktu lalu.,” tulis Santosuosso.

5. Gerakan mahasiswa bersatu

Mahasiswa menyuarakan keadilan (Getty Images)

Mahasiswa dari seluruh antero negeri membentuk komunitas yang menyuarakan perdamaian. Selain itu, mereka juga mendukung penuh seluruh warga negara untuk mendapatkan hak yang sama tanpa dibeda-bedakan. (tom)

 

Pembaca Lain Juga Menyukai Kiriman Penulis