Clara Tan, Wakil Indonesia Berparas Oriental di Asia’s Next Top Model 2017

via IG clarasutantio

be more successful, be happy – Clara Tan”

Asia’s Next Top Model memang jadi ajang tahunan yang ditunggu-tunggu oleh para model di seluruh daratan Asia. Acara reality show yang merupakan franchise America’s Next Top Model ini memberi kesempatan pada wanita Asia, untuk berkarir di industri permodelan. Indonesia, termasuk salah satu negara yang rutin mengirim perwakilan terbaiknya di ajang ini. Tahun ini Asia’s Next Top Model (AsNTM) memasuki putaran 5 dan berlangsung di Singapura, April lalu. Ada tiga perwakilan Indonesia yang lolos dalam ajang ini, si kembar Valerie Krasnadewi dan Veronika Krasnasari, serta Clara Sutantio.

via IG clarasutantio

Jika Valerie dan Veronika menonjol karena kembar cantik dan berbakat, lain hal dengan Clara Sutantio alias Clara Tan. Dalam berbagai penampilannya, Clara bersinar dengan penampilannya yang segar. Ia memiliki wajah oriental yang khas. Sifatnya yang tegas dan teguh pendirian pun kerap mencuri perhatian. Dia bahkan mendapat julukan The Entitled dari AsNTM itu.

via IG clarasutantio

Pengalaman Clara di dunia model tak perlu diragukan lagi. Wanita kelahiran Jakarta, 19 September 1995 dengan tinggi badan 170 cm ini pernah tercatat meraih sejumlah prestasi, seperti finalis Guess Girl 2015, face of L’Oreal Professionel 2016 dan Wajah Femina 2016.  Dalam industri modeling, ia memiliki ambisi yang sangat kuat yakni ingin menjadi top model dunia sekelas Cara Delevingne. Maka ia pun berupaya semaksimal untuk mewujudkan keinginannya itu.

via IG clarasutantio

Clara menyebut dirinya adalah sosok yang egois dan terkesan blak-blakan. Cindy Bishop, salah satu juri yang juga pembawa acara ini menilai Clara memiliki kepribadian yang lucu, terlepas dari bakat dan wajah cantiknya.  Uniknya, Clara mengakui kalau ia lebih banyak berteman dengan lelaki yang menyebabkan kepribadiannya tidak seperti wanita lainnya. Di balik sikap teguhnya, ia adalah sosok yang penyayang. Orangtuanya menjadi motivasi terbesar bagi Clara. Sebagai anak tunggal, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk kedua orangtuanya kelak.

via IG clarasutantio

Dalam dunia modeling, Clara menyebut dirinya passionate dan perfeksionis. Baginya, dunia modeling adalah lahan kerja ideal baginya.  Menjadi model, Clara membangun percaya dirinya. Kekurangan tubuhnya bisa menjadi kelebihan selama pemotretan atau berjalan di catwalk.

Warna kulit Clara yang gelap misalnya, membuat dirinya terlihat sehat dan eksotis selama show dan pemotretan. “Lehernya yang panjang mirip jerapah juga membantu saya dapat beauty shot (foto pundak ke atas) yang bagus,’’ ujarnya dalam sumber yang sama.

Clara benar-benar total mulai audisi hingga syuting di Singapura. Perjuangannya dalam audisi AsNTM pun tidak main-main. Jika Valerie dan Veronika mengikuti audisi secara online, Clara mengikuti audisi walk-in. Selama mengikuti audisi yang digelar di Hotel The Hermitage, Jakarta, 5 November 2016 lalu ini, ia harus menunggu 5 jam sebelum mendapat giliran audisi.

via IG clarasutantio

Lewat AsNTM, Clara ingin menjadikannya sebagai pembuktian karir. “Saya pernah dibilang tidak profesional oleh salah satu e-commerce. Lewat ajang ini, saya mau menunjukkan bahwa saya lebih dari sekadar yang mereka katakan,’’ kata Clara.

Perjuangannya pun membuahkan hasil. Dirinya berhasil menduduki peringkat pertama pada episode perdana yang ditayangkan stasiun televisi berbayar, Star Wold, Rabu (5/4/2017), pukul 20.00 WIB. Ia berhasil mencuri perhatian juri dalam sejumlah tantangan seperti menjalani runaway model photoshoot. Dalam sesi itu, para kontestan diminta berpose sambil melangkahkan kaki agar tampak seperti melayang di udara. Di sesi inilah juri memutuskan hasil foto Clara Tan dinilai jauh lebih unggul dari 13 kontestan lainnya. Ia berhasil mengumpulkan nilai sebesar 44,7 dan meraih predikat best picture dan menjadi jawara di episode itu. (jow)

Sukses terus, Clara!

Comments

Loading...