Menelusuri Riwayat Gajah Mada, Syeikh Gaj Ahmada?

Belakangan ini, Mahapatih Majapahit, Gajah Mada tengah menjadi pembicaraan di media sosial. Hal ini lantaran kontroversi di media sosial dengan kabar bahwa Gajah Mada beragama Islam. Selain itu, muncul pula spekulasi, Gajah Mada adalah seorang muslim bernama Abu Fatih Gaj Ahmada Al Majjah Fahid Darussalam alias Syeikh Gaj Ahmada atau Syeikh Ahmada.

Wah, benarkah demikian? Berikut ini beberapa fakta mengenai agama Mahapatih Gajah Mada.

1. Seorang menteri yang bijaksana.

Info Sejarah

Mpu Prapanca, penulis Nagarakretagama, melukiskan sosok Gajah Mada sebagai, “…seorang menteri bijaksana, setia bakti pada raja, fasih bicara, jujur, pandai, tenang, teguh tangkas, tegas, tangan kanan maharaja yang melindungi hidup penggerak dunia.” Dia juga memiliki gelar resmi rakyan san mantri mukyapatih i Majapahit sang praneleng kadatwan. Maknanya rakian sang perdana menteri patih Majapahit, perantara keraton.

2. Di masa majahapahit, Siwa (cabang dari Hindu) dan Buddha merupakan agama resmi kerajaan.

jawakuno.com

Pararaton dan Nagarakretagama, menulis Siwa (cabang dari Hindu) dan Buddha merupakan agama resmi kerajaan. Raja-raja Majapahit umumnya beragama Siwa, kecuali Tribuana Tunggadewi, ibunda Hayam Wuruk, yang beragama Buddha.

Nagarakretagama, seperti dilansir dari Liputan6, mencatat seperti yang ditulis Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit, pejabat resmi keagamaan di Majapahit ada dua. Yaitu dharmadyaksa ring kasaiwan (pejabat tinggi Siwa) dan dharmadyaksa ring kasogatan (petinggi besar Buddha). Meskipun Islam di Majapahit memang ada, tapi bukan agama resmi.

Tak hanya itu, Majapahit juga banyak mewariskan tempat-tempat suci, lokasi ritual pada masa itu. Bentuknya candi, pemandian, dan gua-gua pertapaan. Bangunan-bangunan suci di Majapahit ini kebanyakan dibangun penganut Siwa dan sebagian kecil didirikan pemeluk Buddha.  S ejumlah pakar percaya bahwa Gajah Mada adalah pemeluk Buddha

Di luar itu semua, Gajah Mada bukan pemuka agama. Ia adalah konseptor politik dan pengendali pemerintahan Majapahit.

3. Sumpah Palapa.

arsip budaya Nusantara

Gajah Mada sempat berikrar pada saat pengangkatan dirinya menjadi Patih. Sebuah sumpah yang sampai saat ini orang orang menyebutnya sebagai Sumpah Palapa. Sebuah sumpah yang akhirnya pun dipenuhi Gajah Mada, Nusantara akhirnya tunduk di bawah kerajaan Majapahit mulai dari maluku hingga semenanjung Malaysia.

Setelah Sumpah Palapa itu dipenuhi, Gajah Mada akhirnya beristirahat, yaitu dengan mendekat kepada alam. Melansir dari Detik, beliau memilih untuk menyepi dan menyendiri di sebuah tempat terpencil di kaki Pegunungan Tengger yang menjadi tempat terakhir sebelum Sang Mahapatih benar-benar meninggalkan peradaban dengan cara Moksa.

Ini adalah sebuah konsep agama Hindu dan Buddha. Artinya ialah kebebasan dari ikatan duniawi dan lepas juga dari putaran reinkarnasi kehidupan.

4.Koin yang bertuliskan syahadat, lambang majapahit yang bertuliskan Arab.

sportourism.id/

Sejumlah hal yang menjadi dasar teori agama Gajah Mada, seperti koin yang bertuliskan syahadat, lambang majapahit yang bertuliskan Arab hingga sejarah yang menyebut Raden Wijaya keturunan Islam.

Peneliti Pusat Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo, seperti melansir dari Kumparan, menuturkan lambang matahari Majapahit yang disebut bertuliskan bahasa Arab itu merupakan simbol delapan penjuru mata angin yang maksudnya Sinar Majapahit melambangkan utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut.

Sementara itu, untuk syahadat tak pernah beredar di Kerajaan Majapahit. Tulisan yang ada di koin zaman Majapahit adalah tulisan aksara Jawa. Pasalnya, di kerajaan Majapahit tidak beredar koin Arab, yang ada koin atau kepeng Tiongkok dan Majapahit. Kerajaan Islam sendiri tidak pernah pakai syahadat, pakainya nama sultan.

Sebagai informasi di masa Majapahit pedagang muslim juga sudah masuk ke nusantara. Dan tentu juga ke Majapahit. Dari mereka tersebar Islam, dibuktikan dengan adanya makam Islam. Juga kemungkinan koin yang dibawa para pedagang itu sampai ke wilayah Majapahit.

5. Fakta Nama Gajah Mada.

Menurut Museum Nasional nama Gajah Mada, disebutkan dalam sejumlah prasasti. Pasalnya, Nama ‘Gajah Mada’ itu ada disebutkan dalam prasasti, ada prasasti Gajah Mada, ada lagi Prasasti Mada. Artinya, berbagai literatur tertulis dan temuan sejarah secara ilmiah tidak ada yang menyebutkan Gadjah Mada seorang muslim dan Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Islam.

Ketika Gajah Mada wafat pada tahun Saka 1286 setelah sakit keras, istana Majapahit berunding demi mencari pengganti. Hasilnya diputuskan: Gajah Mada tak tergantikan. Hayam Wuruk memimpin langsung roda pemerintahan sehari-hari.

Meski demikian, agama Gajah Mada hingga saat ini sebenarnya belum ada yang bisa memastikan. Jangankan agama, sosok Gajah Mada pun belum ada yang bisa memastikan seperti apa. Sosoknya yang selama ini kita lihat, yang digambarkan kekar dan tegap hanyalah deskripsi dari M Yamin, tokoh cendekiawan bangsa yang berstatus pahlawan nasional.

Pembaca Lain Juga Suka Dari Penulis

Apa Komentarmu

Loading...