BAGIKAN

Bagi kamu yang suka kulineran, pastinya kamu mengenal istilah ngeliwet. Ngeliwet merupakan suatu tradisi makan beramai-ramai yang berasal dari masyarakat Sunda dengan menyantap nasi liwet. Tapi tahukah kamu kalau nasi liwet awalnya bukanlah berasal dari Sunda. Nasi liwet aslinya berasal dari daerah Solo, Jawa Tengah. Awalnya nasi liwet disajikan saat ada upacara adat atau perayaan hari besar keagamaan seperti upacara Sekaten atau peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirayakan oleh umat muslim. Pada saat itu, nasi yang disajikan adalah nasi samin yang merupakan masakan khas Arab. Berhubung cara memasaknya agak sulit dan prosesnya cukup rumit, maka masyarakat Solo membuat masakan yang diadaptasi dari nasi samin, yakni nasi liwet.

Nasi Liwet (instagram.com)

Nasi liwet sudah ada sejak tahun 1814 dan hal ini tertulis dalam serat Centhini. Nasi liwet dihadirkan pada saat menggelar doa keselamatan bersama ketika pulau Jawa diguncang gempa bumi. Hidangan nasi liwet Solo terbuat dari nasi yang ditanak bersama santan kelapa beserta rempah-rempah sehingga hasilnya menjadi sangat gurih. Nasi liwet Solo disajikan bersama dengan aneka lauk pauk seperti opor ayam, sayur labu santan, telur pindang, hingga sambal. Lalu bagaimana sejarahnya nasi liwet bisa lebih terkenal di daerah Jawa Barat?

Nasi Liwet Solo (flickr.com)

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan masyarakat Sunda mulai mengenal nasi liwet. Tapi nasi liwet Solo dan Sunda memiliki bentuk dan variasi yang berbeda. Seperti yang kita tahu kalau nasi liwet Sunda tidak menggunakan santan dalam memasak nasi. Hal ini dikarenakan daerah Jawa Barat yang lebih banyak pegunungan di banding pantai sehingga sangat susah untuk menemukan kelapa. Selain itu, cara penyajian nasi liwet Solo dan Sunda juga berbeda. Meski sama-sama disajikan dengan daun pisang, nasi liwet Solo diberi alas piring untuk menyantapnya sedangkan pada nasi liwet Sunda, daun pisang digelar memanjang tanpa alas apapun di bawahnya. Lauk pauk yang disajikan pun lebih bervariasi seperti aneka gorengan seperti ikan, ayam, tahu, hingga tempe. Lalu ada lalapan, sambal, dan kerupuk yang tak boleh ketinggalan.

Nasi Liwet (nibble.id)

Penyajian ngeliwet ala Sunda memang sangat unik sehingga menjadi sorotan dan lebih terkenal. Nasi liwet yang sudah matang disajikan di atas daun pisang yang digelar secara vertikal, lalu lauk-pauk beserta sambal dan kerupuk disebar dan dibagi rata ke seluruh bagian daun pisang sesuai dengan jumlah orang yang akan menyantapnya. Cara menyantapnya juga harus menggunakan tangan agar terasa lebih sedap. Meskipun lauk pauk yang disajikan berbeda, tapi nasi liwet Solo dan Sunda sama-sama harus disantap secara beramai-ramai. Jika ngeliwet ala Solo disantap beramai-ramai untuk merayakan suatu perayaan tertentu, ngeliwet ala Sunda disantap setelah melakukan aktivitas bersama-sama seperti kerja bakti dan kumpul-kumpul. Tujuan dari ngeliwet ini adalah untuk mempererat kebersamaan, keakraban, dan kekeluargaan lewat makanan.

Ngeliwet Ramai-ramai (ytimg.com)

Hingga saat ini ngeliwet masih disajikan untuk beberapa acara tertentu yang dihadiri oleh orang banyak seperti arisan, kumpul keluarga, gathering, dan lain sebagainya. Setahun belakangan, ngeliwet jadi lebih digemari oleh anak muda karena ada banyak restoran hingga kafe yang menyajikan menu ngeliwet ala Sunda ini dengan porsi minimal 4 orang. Jika kamu malas membuat nasi liwet, tapi ingin coba ngeliwet ala Sunda, kamu bisa mencobanya dengan mendatangi beberapa restoran yang menyajikan menu nasi liwet Sunda seperti Balcon yang ada di Jalan Ratu Kemuning Blok D11 No. 22B Green Ville Jakarta Barat, Warung Teteh yang ada di Jalan Petogogan 1 Blok A No.20 Pondok Indah Jakarta Selatan, dan lain sebagainya.

Selamat ngeliwet bersama dengan teman atau keluarga ya JBers! (jow)

Apa Komentarmu