Lucu, Bocah Asal Bengkulu Ini Namanya Yakin Dan Percaya


Orang Indonesia beberapa dikenal memiliki nama yang unik. Beberapa waktu lalu, ada seorang guru yang namanya Kukira Januari, dan kini muncul lagi bocah dengan nama unik, yaitu Yakin Dan Percaya.

“Nama saya, Yakin. Lengkapnya, Yakin Dan Percaya,” itulah secuil ucapan dari yang terlontar dari mulut bocah sekolah dasar negeri (SDN) 07 Desa Taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kebupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, seperti dikutip dari Okezonecom, Rabu (30/8/2017).

Buah hati pasangan suami istri Romi (50) dan Maryani (40) ini tinggal di kawasan hutan desa, tepatnya di bawah bukit pacat yang berjarak sekitar 5 km dari pusat desa.

Bocah kelahiran 2007 yang duduk di bangku kelas III SD itu mengaku tidak minder meskipun memiliki nama yang tergolong aneh. Bahkan, bocah yang tinggal di sebuah pondok reot hutan belantara itu tetap bersemangat menimba ilmu meskipun harus berjalan kaki sejauh 5 km untuk tiba di sekolah yang berada di pusat Desa Taba Padang.

Yakin Dan Percaya mengisahkan, dirinya pernah menanyakan kepada sang ayah, Romi terkait mama panjangnya. Dari pertanyaan itu, kata dia, ayahnya menjawab nama lengkapnya adalah Yakin Dan Pecaya. Di buku tulis dan buku pelajaran yang ia miliki namanya ditulis nama lengkap, Yakin Dan Percaya. Begitu juga di buku absensi di kelasnya.

Yakin beserta adiknya, Eka (Okezone)

“Saya tanya sama bapak saya, nama lengkap saya siapa. Bapak saya jawab, Yakin Dan Percaya,” katanya polos.

Lain halnya dengan nama adik kandung perempuannya. Nama adik Yakin, diberi nama Eka, yang hanya satu kata. “Nama adik saya, Eka. Iya, hanya Eka,” jawabnya.

Namun, saat dikonfirmasi dengan ayah. Dia mengaku enggan banyak memberikan komentar soal nama tersebut. Romi hanya mengatakan, jika nama anaknya, Yakin. “Iya, nama anak saya, Yakin,” singkat Romi.

Ditambahkan, mantan kepala desa (kades) Taba Padang, Yoyon. Pasutri ini tinggal di kawasan hutan desa sejak belasan tahun lalu. Keduanya memiliki dua orang anak, yang bersekolah di SDN 07 Taba Padang.

“Nama anak pertamanya memang Yakin. Saat lihat di buku pelajarannya, tertulis nama lengkapnya, Yakin Dan Percaya,” sampai Yoyon.

Secara administrasi, sampai Yoyon, keluarga Romi belum memiliki kartu keluarga, KTP dan identitas penunjang lainnya. Sebab, kata dia, pengurusan administrasi tersebut tergolong rumit. Sehingga, jelas Yoyon, administrasi secara kependudukan belum dikantongi keluarga yang tinggal di kawasan hutan tersebut.

“Kita sudah mencoba mengurus ke pemerintah kabupaten. Namun, belum selesai dan prosesnya cukup panjang,” kata Yoyon. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak