Dont be Captious
Buka medsos (Ributrukun)

Ini 5 Manfaat Terbaik Buat JB’ers Jika Berhenti Buka Medsos

Sebelum Mark Zuckerberg membuat Facebook, kita masih terikat hubungan dengan keluarga dan teman-teman kita. Sebelum era media sosial, kehidupan itu serasa lebih hidup, interaksi sosial dengan teman masih terjalin, dan kita masih bisa ngobrol langsung dengan teman kita. Namun semua berubah saat medsos mulai bermunculan. Medsos bisa dibilang bikin kecanduan. Ada juga yang bilang medsos mendekatkan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat. Jika JB’ers merupakan salah satu yang kecanduan medsos, lebih baik kebiasaan buka medsos dihentikan, atau paling tidak dikurangi. Berikut ini 5 manfaat yang didapat jika kamu berhenti buka medsos.

1. Lebih dekat dengan keluarga

Keluarga (Hijapedia)

Salah satu manfaat utama dari meletakkan smartphone adalah kita akan benar-benar membuat kontak mata dan terhubung dengan orang-orang di sekitar kita. Mungkin, bukan hanya kamu, ayah, ibu, bahkan mungkin saudaramu pun mungkin sudah kecanduan dengan smartphone dan medsos. Namun, dengan mengurangi intensitas bermain di dunia maya, kamu dan keluarga bisa menjadi lebih dekat. Hal ini dibuktikan sendiri oleh Life Coach dan pengarang, Celia Ward Wallace. Dia memutuskan untuk mencoba eksperimennya sendiri dengan menantang keluarganya untuk melepaskan semua barang elektronik selama 2 minggu. “Itu hanya yang kami butuhkan. Kami berbicara lebih banyak, dan menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama,” katanya.

2. Tidur lebih berkualitas

Tidur nyenyak (Inovasee)

Pernah berencana untuk berselancar di internet selama 10 menit tapi berakhir dengan kita yang jadi tidur jam 2 pagi? Dengan kamu berhenti main media sosial, waktu tidur kamu tidak akan terganggu dan tentunya tubuh akan jauh lebih sehat. “Kombinasi teknologi dan media sosial perlahan mulai menunjukkan risiko kesehatan yang serius karena penelitian menemukan kaitan antara penggunaan media sosial dan gangguan tidur. Perilaku begitu terbiasa memeriksa media sosial di malam hari, membuat kebiasaan ini benar-benar membuang siklus alami tubuh,” kata pakar Sleep and Wellness Parinaz Samimi.

3. Lebih produktif

Produktif (Tribunnews)

Mengupdate status, memilih filter foto untuk di-upload tentu membutuhkan waktu yang tak sebentar. Apalagi kalau kamu tipe yang benar-benar memikirkan caption. Tentu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Jadi, jika kamu tertarik untuk menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat, langkah pertama yang sempurna adalah mengurangi bermain di media sosial. Dengan cara ini kamu bisa menghemat waktu tersebut supaya kamu bisa lebih produktif. Menurut American Psychological Association, Joanne Cantor, ketika seseorang menghentikan diri untuk memeriksa media sosial lagi dan lagi, itu benar-benar akan menjadi bentuk multitasking. Multitasking ini akan membuat apa pun yang kita lakukan membutuhkan waktu lebih lama. “Terus-menerus bolak-balik antara ponsel dan pekerjaan Anda dapat mengurangi produktivitas Anda hingga 40 persen. Fokuslah pada satu hal untuk mendapatkan hasil maksimal,” katanya.

4. Lebih percaya diri

Ilustrasi percaya diri (Kompasiana)

Percaya atau nggak, medsos membuat kamu bersembunyi di balik layar. Kamu ingin orang-orang melihat kamu seperti yang dirimu inginkan. Bisa dibilang kamu menjalani kehidupan ‘palsu’ di sana. “Kebanyakan orang tidak akan memposting foto mereka yang tidak menyenangkan atau berbagi tentang perkelahian dengan pasangan,” kata pekerja sosial klinis dan Terapis, Kimberly Hershenson. Oleh karena itu, keluar dari medsos membuatmu bisa lebih percaya diri untuk tampil apa adanya tanpa perlu memakai photoshop atau filter.

5. Lebih menghargai hidup

Menghargai hidup (Humairoh)

Putus dengan media sosial akan membuat kamu melihat realitas dunia. Dari situ, kamu bakal merasa lebih bersyukur atas hidup yang kamu jalani saat ini dan bukannya cemburu dan iri pada kehidupan orang lain di media sosial. Hidup itu bukan pertandingan jadi kamu tak perlu terus-terusan was-was karena bersaing. Media sosial tanpa kamu sadari membuat dirimu kompetitif, salah satu contoh kecilnya adalah kamu ingin foto di Instagram mendapatkan banyak like. Padahal sebenarnya hal seperti ini nggak penting-penting banget.

Setelah membaca tulisan ini, diharapkan JB’ers yang kecanduan medsos bisa mengurangi atau bahkan berhenti membuka medsos, demi kehidupan JB’ers yang lebih baik. (tom)

Apa Komentarmu
Loading...